Menu
Close
HarianBasis.co

Informasi Berita Terkini dan Terbaru Hari Ini

Bulan Purnama Snow Moon Hiasi Langit Malam, Ini Waktu dan Fakta Menariknya

Bulan Purnama Snow Moon Hiasi Langit Malam, Ini Waktu dan Fakta Menariknya

Smallest Font
Largest Font

Snow Moon dikenal sebagai bulan purnama khas musim dingin di belahan Bumi utara. Namun bagi pengamat di Indonesia, fenomena ini tetap menarik karena hadir dengan posisi bulan yang relatif terang, warna khas saat terbit, serta kesempatan mengamati detail permukaan bulan dengan lebih jelas.

Lantas, kapan tepatnya bulan purnama Snow Moon terlihat, apa makna di balik namanya, dan mengapa warna bulan bisa tampak kekuningan saat terbit? Berikut penjelasan lengkapnya.

Apa Itu Bulan Purnama Snow Moon?

Bulan purnama Snow Moon adalah sebutan untuk bulan purnama yang terjadi pada awal Februari. Nama ini berasal dari kondisi alam di Amerika Utara dan Eropa, di mana periode tersebut biasanya diwarnai hujan salju paling lebat sepanjang musim dingin.

Menurut catatan dari Old Farmer’s Almanac, Snow Moon juga memiliki beberapa julukan lain, antara lain Bulan Beruang, karena dikaitkan dengan periode kelahiran anak beruang, serta Bulan Kelaparan, yang menggambarkan sulitnya mendapatkan makanan di tengah musim dingin ekstrem.

Penamaan bulan purnama sendiri berasal dari tradisi masyarakat adat dan kalender pertanian kuno, yang menggunakan fase bulan sebagai penanda waktu dan kondisi alam.

Waktu Terjadinya Bulan Purnama Snow Moon

Puncak Iluminasi Bulan

Secara astronomis, bulan purnama Snow Moon mencapai fase iluminasi 100 persen pada 1 Februari pukul 17.09 waktu EST atau sekitar 2 Februari dini hari waktu Indonesia.

Pada momen ini, posisi bulan berada tepat berlawanan dengan Matahari jika dilihat dari Bumi. Akibatnya, seluruh sisi bulan yang menghadap ke Bumi tersinari cahaya Matahari secara penuh.

Waktu Terbaik Mengamati di Indonesia

Di Indonesia, Snow Moon mulai tampak jelas saat bulan terbit dari arah timur tak lama setelah Matahari terbenam. Meski waktu terbit bulan bisa sedikit berbeda tergantung lokasi, fase purnama umumnya dapat dinikmati sepanjang malam hingga menjelang subuh.

Pengamatan dapat dilakukan tanpa alat khusus. Namun, penggunaan teropong atau teleskop sederhana akan membantu melihat detail permukaan bulan dengan lebih tajam.

Mengapa Bulan Snow Moon Tampak Kekuningan?

Saat pertama kali muncul di dekat cakrawala, Snow Moon sering terlihat berwarna kuning hingga oranye. Fenomena ini bukan karena perubahan warna bulan itu sendiri, melainkan efek atmosfer Bumi.

Efek Hamburan Rayleigh

Warna kekuningan pada bulan terjadi akibat Hamburan Rayleigh, yaitu proses ketika atmosfer Bumi membelokkan panjang gelombang cahaya biru dan ungu, sementara cahaya dengan panjang gelombang lebih panjang seperti merah dan kuning tetap lolos ke mata pengamat.

Efek ini juga menjelaskan mengapa Matahari tampak kemerahan saat terbit dan terbenam. Ketika bulan naik lebih tinggi di langit, warnanya akan kembali tampak keperakan atau putih terang.

Kesempatan Mengamati Permukaan Bulan Lebih Jelas

Sinar Ejekta dan Jejak Tabrakan Asteroid

Bulan purnama menjadi momen ideal untuk mengamati fitur permukaan bulan, terutama sinar ejekta. Sinar ejekta merupakan garis-garis terang yang muncul di sekitar kawah bulan, terbentuk dari material yang terlempar jauh akibat tabrakan asteroid purba.

Ketika Matahari sejajar dengan posisi bulan purnama, cahaya Matahari akan menyorot permukaan bulan secara langsung dan menonjolkan kontras antara area terang dan gelap.

Beberapa kawah besar seperti Tycho dan Copernicus sering menjadi target pengamatan favorit karena sinar ejektanya terlihat jelas saat fase purnama.

Apakah Snow Moon Berpengaruh ke Bumi?

Secara ilmiah, bulan purnama Snow Moon tidak memiliki dampak ekstrem terhadap aktivitas manusia. Namun, seperti fase purnama lainnya, gravitasi bulan dapat memengaruhi pasang surut air laut.

Badan antariksa seperti NASA menjelaskan bahwa pasang laut saat purnama bisa sedikit lebih tinggi dibanding hari biasa, terutama jika bertepatan dengan posisi Matahari dan Bumi yang sejajar.

Meski demikian, fenomena ini tergolong normal dan tidak berbahaya.

Fakta Menarik Tentang Bulan Purnama Snow Moon

Tidak Selalu Disertai Salju

Meski bernama Snow Moon, salju tidak turun di seluruh dunia. Nama ini murni berasal dari pola musim di belahan utara, bukan kondisi global.

Bisa Terlihat Lebih Terang

Pada kondisi cuaca cerah dan minim polusi cahaya, Snow Moon dapat tampak sangat terang hingga mampu menerangi lingkungan sekitar pada malam hari.

Berbeda Setiap Wilayah

Waktu terbit dan posisi bulan Snow Moon bisa berbeda tergantung lintang geografis, sehingga pengalaman pengamatan di setiap negara tidak selalu sama.

Tips Mengamati Bulan Purnama Snow Moon

Agar pengamatan Snow Moon lebih optimal, berikut beberapa tips sederhana:

  • Pilih lokasi dengan langit terbuka dan minim polusi cahaya
  • Amati saat bulan baru saja terbit untuk melihat efek warna
  • Gunakan tripod jika memotret agar hasil lebih tajam
  • Periksa prakiraan cuaca untuk menghindari awan tebal

Dengan persiapan sederhana, momen bulan purnama Snow Moon bisa menjadi pengalaman langit malam yang berkesan.

Kesimpulan

Bulan purnama Snow Moon bukan sekadar fase bulan biasa, melainkan fenomena astronomi yang sarat makna sejarah, budaya, dan ilmu pengetahuan. Dari asal-usul namanya, perubahan warna saat terbit, hingga kesempatan mengamati detail permukaan bulan, Snow Moon menawarkan banyak hal menarik untuk disimak.

Bagi masyarakat Indonesia, fenomena ini menjadi pengingat bahwa keindahan langit malam dapat dinikmati tanpa harus menunggu peristiwa langka. Cukup menengadah ke langit pada waktu yang tepat, dan pesona Snow Moon pun dapat dinikmati sepenuhnya.

Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow