Anggota TNI-Polri Minta Maaf atas Tudingan Penjual Es Kue Berbahan Spons yang Viral
Peristiwa ini bermula dari beredarnya sebuah rekaman video yang menunjukkan seorang pedagang es kue didatangi aparat berseragam yang mempertanyakan bahan baku dagangan tersebut. Dalam video yang kemudian viral, muncul tudingan bahwa tekstur kue yang dijual diduga berasal dari spons, sehingga memunculkan kecurigaan terhadap keamanan pangan yang dikonsumsi masyarakat.
Video itu dengan cepat menyebar di berbagai platform media sosial dan aplikasi percakapan, memantik reaksi luas warganet. Banyak pihak mengecam tindakan aparat yang dinilai gegabah, tidak didukung uji laboratorium, serta berpotensi mencemarkan nama baik penjual es kue yang menggantungkan hidup dari usaha kecil tersebut.
Menanggapi polemik yang berkembang, perwakilan dari Tentara Nasional Indonesia dan Kepolisian Negara Republik Indonesia menyampaikan klarifikasi resmi. Dalam pernyataannya, aparat yang terlibat mengakui kekeliruan dalam menyampaikan dugaan tanpa dasar ilmiah yang memadai dan telah menemui langsung penjual es kue untuk menyampaikan permohonan maaf.
Klarifikasi tersebut menegaskan bahwa tidak pernah dilakukan pengujian laboratorium terhadap sampel es kue yang dipermasalahkan. Dugaan yang disampaikan dalam video disebut murni berdasarkan persepsi visual dan tidak seharusnya disampaikan ke publik tanpa verifikasi dari instansi berwenang.
Pejabat kepolisian setempat menyatakan bahwa penanganan isu keamanan pangan seharusnya melibatkan dinas kesehatan atau badan pengawas yang memiliki kewenangan dan kompetensi. Aparat di lapangan, menurut penjelasan tersebut, seharusnya bersikap persuasif serta mengedepankan asas praduga tak bersalah, terlebih terhadap pelaku usaha mikro.
Dari pihak TNI, penegasan juga disampaikan bahwa tindakan individu tidak mewakili institusi secara keseluruhan. Internal TNI disebut telah melakukan evaluasi dan pembinaan agar kejadian serupa tidak terulang, terutama di tengah meningkatnya sensitivitas publik terhadap isu pangan dan perlindungan pelaku UMKM.
Penjual es kue yang menjadi sasaran tudingan mengaku terpukul dengan viralnya video tersebut. Dagangannya sempat sepi karena sebagian pembeli ragu akan keamanan produk yang dijual. Ia memastikan bahwa bahan yang digunakan merupakan bahan pangan yang lazim digunakan dan siap diperiksa oleh instansi terkait bila diperlukan.
Pakar keamanan pangan mengingatkan bahwa penilaian terhadap kelayakan makanan tidak dapat dilakukan secara kasat mata. Tekstur kenyal pada produk pangan tradisional, menurut pakar, bisa berasal dari berbagai bahan legal yang aman dikonsumsi bila digunakan sesuai takaran. Tuduhan tanpa uji laboratorium berpotensi menyesatkan publik dan merugikan pihak tertentu.
Kasus ini juga menjadi perhatian pegiat perlindungan konsumen dan pelaku UMKM. Mereka menilai kejadian tersebut menunjukkan pentingnya literasi aparat dan masyarakat mengenai prosedur pengawasan pangan. Penanganan yang tidak hati-hati dinilai dapat memperburuk kepercayaan publik serta memukul ekonomi pedagang kecil.
Pemerintah daerah setempat menyatakan akan berkoordinasi dengan dinas kesehatan untuk melakukan edukasi kepada pedagang jajanan terkait standar kebersihan dan keamanan pangan. Langkah ini diharapkan dapat mencegah kesalahpahaman di kemudian hari sekaligus meningkatkan kepercayaan konsumen.
Di sisi lain, aparat diminta lebih berhati-hati dalam menggunakan media sosial. Pernyataan atau tindakan di ruang publik yang direkam dan disebarluaskan, meskipun tanpa niat buruk, dapat berdampak luas dan menimbulkan persepsi negatif terhadap institusi negara.
Permintaan maaf dari anggota TNI dan Polri tersebut diharapkan dapat meredakan polemik sekaligus memulihkan nama baik penjual es kue. Aparat berjanji akan menyerahkan sepenuhnya penilaian keamanan pangan kepada lembaga yang berwenang jika di masa mendatang muncul laporan serupa dari masyarakat.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow