Menu
Close
HarianBasis.co

Informasi Berita Terkini dan Terbaru Hari Ini

BMKG Waspadai Angin Kencang Hari Ini karena Dinamika Atmosfer Global dan Lokal

BMKG Waspadai Angin Kencang Hari Ini karena Dinamika Atmosfer Global dan Lokal

Smallest Font
Largest Font

Buruknya pola atmosfer hari ini ditandai oleh hembusan angin cukup kuat yang terpantau di beberapa provinsi, di mana sejumlah kawasan bahkan mencatat kecepatan angin hingga puluhan kilometer per jam. Kondisi ini diperkuat oleh lembaga cuaca resmi sebagai bagian dari pola cuaca ekstrem yang masih aktif di akhir Januari 2026. 

Peringatan Dini BMKG: Angin Kencang dan Potensi Cuaca Ekstrem

BMKG mengeluarkan peringatan yang memuat potensi hujan lebat disertai angin kencang di sejumlah wilayah Indonesia pada hari ini. Menurut prakiraan resmi, sebagian besar provinsi termasuk Bali, Jawa, dan wilayah Barat Indonesia berpeluang mengalami hujan dengan intensitas variatif plus angin cukup kuat yang dapat berlangsung beberapa jam atau hari. 

Di Jawa Barat, misalnya, BMKG menyatakan potensi hujan disertai angin kencang pada sebagian besar wilayah provinsi tersebut, terutama pada periode hujan intensitas sedang hingga tinggi. Fenomena serupa juga diperkirakan terjadi di Jawa Tengah dan daerah sekitarnya. 

Penyebab Angin Kencang: Monsun Asia dan Bibit Siklon Tropis

BMKG menjelaskan bahwa kondisi angin kencang yang terjadi belakangan ini disebabkan oleh beberapa faktor yang saling berkaitan. Pertama adalah penguatan Monsun Asia atau yang kerap disebut angin baratan. Monsun ini membawa massa udara basah dari benua Asia melintasi ekuator hingga wilayah Indonesia, sehingga meningkatkan kecepatan angin rata-rata di permukaan. 

Kedua, BMKG juga mencatat adanya beberapa bibit siklon tropis di selatan wilayah Indonesia, termasuk di Samudra Hindia selatan Jawa dan Nusa Tenggara, yang menciptakan area tekanan rendah kuat. Sistem tekanan rendah ini berperan menarik massa udara dari wilayah sekitar, mempercepat laju angin yang dirasakan di daratan. 

Dinamika Lokal: Lapisan Udara Atas dan Pengaruh Siklon Tropis Luana

Selain fenomena global dan regional tersebut, dinamika lokal juga turut memperkuat angin kencang di beberapa lokasi. BMKG Stasiun Meteorologi Yogyakarta melaporkan bahwa angin kuat di lapisan udara atas (sekitar 925 milibar atau setara 762 meter di atas permukaan laut) dipengaruhi secara tidak langsung oleh Siklon Tropis Luana di wilayah barat laut Australia. Tekanan rendah dan pergerakan sistem siklon ini memodifikasi pola angin di tingkat rendah hingga menengah atmosfer, yang kemudian berdampak pada pergerakan angin di wilayah Jawa. 

Kecepatan angin yang tercatat dapat mencapai hingga 83 km/jam di beberapa titik, tergolong kategori angin kuat yang berpotensi menyebabkan dampak lokal seperti pohon tumbang, gangguan struktur ringan bangunan, dan gangguan aktivitas di luar ruangan

Dampak Terhadap Masyarakat dan Imbauan Resmi

BMKG bersama pihak terkait terus memantau perkembangan cuaca dan pola angin secara real-time. Mengingat potensi dampak dari angin kencang, masyarakat dihimbau untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama saat beraktivitas di luar ruang. Kepala Stasiun Meteorologi Yogyakarta, Warjono, secara khusus mengingatkan agar warga menghindari berlindung di bawah pohon atau struktur ringan yang rentan ambruk, serta berhati-hati terhadap potensi gangguan jaringan listrik dan transportasi. 

Selain itu, BMKG merilis prakiraan bahwa intensitas angin kencang di beberapa wilayah diperkirakan akan menurun dalam beberapa hari ke depan seiring berkurangnya pengaruh sistem tekanan rendah dan dinamika besar atmosfer yang kini aktif. Peringatan dini tetap berlaku hingga potensi cuaca ekstrem mereda. 

Bagaimana Angin Kencang Terjadi: Penjelasan Ilmiah

Secara meteorologi, angin merupakan pergerakan udara dari daerah bertekanan tinggi menuju daerah bertekanan rendah. Perbedaan tekanan udara ini dipengaruhi oleh pemanasan uneven di permukaan bumi, dinamika atmosfer, serta sistem besar seperti monsun dan siklon tropis. Ketika Monsun Asia menguat dan bibit siklon tropis aktif, gradien tekanan antara dua wilayah ini menjadi lebih tajam. Itu sebabnya laju angin meningkat dan dirasakan lebih kuat di permukaan. Pemahaman tentang faktor-faktor ini membantu menjelaskan mengapa angin kencang tidak hanya sporadis tetapi juga terhubung dengan kondisi cuaca yang lebih luas. 

Potensi Perkembangan Tindak Lanjut

BMKG memprakirakan potensi hujan lebat dan angin kencang masih akan berlanjut dalam beberapa hari ke depan di wilayah tertentu, dengan kemungkinan peringatan diumumkan ulang jika parameter atmosfer menunjukkan perburukan. Warga di wilayah yang termasuk dalam zona peringatan diminta mengikuti pembaruan resmi melalui kanal BMKG dan otoritas setempat.

Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow