Super Flu H3N2 Mengintai, IDAI Ingatkan Risiko Tinggi pada Anak dan Kelompok Rentan
- Apa Itu Super Flu dan Mengapa Perlu Diwaspadai?
- Kelompok Paling Rentan Terinfeksi Super Flu
- Vaksinasi Influenza Jadi Benteng Pertahanan Utama
- Perilaku Hidup Bersih dan Sehat Tak Kalah Penting
- Menjaga Daya Tahan Tubuh Agar Tidak Mudah Terpapar
- Kenali Gejala Super Flu dan Kapan Harus ke Dokter
- Kesadaran Bersama Kunci Cegah Lonjakan Kasus
Di tengah musim hujan dan kondisi lingkungan yang kurang ideal di beberapa wilayah, risiko penyebaran super flu dinilai semakin tinggi. Anak-anak, lansia, ibu hamil, hingga individu dengan penyakit penyerta menjadi kelompok yang paling perlu mendapatkan perlindungan ekstra.
Menyikapi situasi tersebut, Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) mengeluarkan imbauan resmi kepada masyarakat agar tidak lengah. Pencegahan sejak dini, deteksi cepat, dan kepatuhan pada protokol kesehatan disebut menjadi kunci utama untuk menekan dampak super flu.
Apa Itu Super Flu dan Mengapa Perlu Diwaspadai?
Super flu merupakan istilah yang digunakan untuk menggambarkan virus influenza A H3N2 subclade K yang memiliki daya tular tinggi. Informasi ini disampaikan IDAI berdasarkan pemantauan tren kasus dan literatur medis internasional.
Anggota Unit Kerja Koordinasi Respirologi IDAI, dr. Nastiti Kaswandani, menjelaskan bahwa satu orang yang terinfeksi dalam kondisi tertentu bisa menularkan virus kepada dua hingga tiga orang di sekitarnya. Penularan yang cepat inilah yang membuat virus ini berpotensi memicu lonjakan kasus dalam waktu singkat.
Cara Penularan Super Flu
Secara mekanisme, penularan super flu tidak berbeda jauh dari influenza lain. Virus menyebar melalui droplet atau percikan cairan dari batuk dan bersin. Selain itu, permukaan benda yang terkontaminasi juga dapat menjadi media penularan tidak langsung.
Virus bisa masuk ke tubuh ketika tangan yang menyentuh permukaan terpapar kemudian menyentuh wajah, hidung, atau mulut. Oleh karena itu, kebiasaan sehari-hari memegang gawai, gagang pintu, atau meja tanpa mencuci tangan meningkatkan risiko infeksi.
Kelompok Paling Rentan Terinfeksi Super Flu
Ketua Pengurus Pusat IDAI, dr. Piprim Basarah Yanuarso, menegaskan bahwa kondisi cuaca ekstrem, banjir, serta kualitas lingkungan yang menurun dapat memperberat risiko penularan influenza tipe A, termasuk super flu.
Kelompok yang memiliki risiko tinggi mengalami infeksi berat dan komplikasi meliputi:
- Anak-anak dengan penyakit penyerta seperti asma, penyakit jantung bawaan, dan diabetes
- Lansia
- Ibu hamil
- Pasien kanker
- Penderita HIV
- Individu dengan penyakit autoimun
Pada kelompok ini, super flu tidak hanya menyebabkan gejala pernapasan ringan, tetapi juga berpotensi berkembang menjadi pneumonia dan komplikasi lain yang membutuhkan perawatan di rumah sakit.
Vaksinasi Influenza Jadi Benteng Pertahanan Utama
IDAI menekankan bahwa vaksinasi influenza merupakan langkah pencegahan paling efektif dalam menghadapi ancaman super flu. Vaksin influenza direkomendasikan mulai usia enam bulan dan sebaiknya diberikan secara rutin setiap tahun.
Mengapa Harus Vaksin Tiap Tahun?
Virus influenza, termasuk H3N2, dikenal memiliki kemampuan bermutasi dengan cepat. Artinya, perlindungan dari vaksin tahun sebelumnya belum tentu optimal untuk varian virus terbaru. Dengan vaksinasi tahunan, tubuh akan memperoleh antibodi yang lebih sesuai dengan strain yang sedang beredar.
IDAI juga menganjurkan anak-anak maupun individu yang baru kembali dari luar negeri dan belum mendapatkan vaksin influenza agar segera melakukan imunisasi. Selain melindungi diri sendiri, vaksinasi juga membantu menurunkan risiko penularan di tingkat komunitas.
Perilaku Hidup Bersih dan Sehat Tak Kalah Penting
Selain vaksinasi, penerapan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) menjadi fondasi utama untuk memutus rantai penularan super flu. Kebiasaan sederhana namun konsisten dapat memberikan dampak besar dalam pencegahan.
Beberapa langkah PHBS yang dianjurkan meliputi:
- Mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir, terutama sebelum makan dan setelah beraktivitas
- Menggunakan hand sanitizer bila tidak tersedia air
- Menggunakan masker saat sakit atau berada di tempat ramai
- Menerapkan etika batuk dan bersin dengan tisu atau siku bagian dalam
Langkah-langkah ini terbukti efektif dalam menekan penyebaran droplet yang menjadi media utama penularan virus influenza.
Menjaga Daya Tahan Tubuh Agar Tidak Mudah Terpapar
Kondisi sistem imun sangat berpengaruh terhadap berat ringan gejala super flu. Asupan gizi seimbang dengan konsumsi sayur dan buah, protein berkualitas, serta cukup cairan membantu menjaga daya tahan tubuh.
Aktivitas fisik ringan hingga sedang secara rutin juga mendukung kebugaran dan respons imun yang lebih baik. Sebaliknya, kebiasaan merokok, kurang tidur, dan konsumsi alkohol berlebihan sebaiknya dihindari karena dapat menurunkan kemampuan tubuh melawan infeksi.
Kenali Gejala Super Flu dan Kapan Harus ke Dokter
Gejala super flu umumnya menyerupai influenza lainnya, seperti demam, batuk, pilek, nyeri tenggorokan, nyeri otot, sakit kepala, dan rasa lelah berlebihan. Pada sebagian orang, gejala dapat membaik dalam beberapa hari dengan istirahat cukup.
Namun, IDAI mengingatkan agar kelompok berisiko tinggi tidak menunda pemeriksaan medis meskipun gejala terlihat ringan. Influenza memiliki terapi antivirus yang efektif jika diberikan sejak dini, sehingga deteksi cepat sangat menentukan hasil pengobatan.
Kesadaran Bersama Kunci Cegah Lonjakan Kasus
IDAI mengajak masyarakat untuk tidak menyepelekan gejala flu, terutama di tengah musim hujan dan kondisi lingkungan yang rentan. Membatasi aktivitas saat sakit, menjaga kebersihan lingkungan, serta rutin membersihkan permukaan yang sering disentuh seperti meja dan gagang pintu menjadi langkah tambahan yang penting.
Dengan kombinasi vaksinasi influenza, penerapan PHBS, dan kewaspadaan kolektif, risiko penyebaran super flu dapat ditekan. Langkah-langkah ini tidak hanya melindungi kelompok rentan, tetapi juga menjaga kesehatan masyarakat secara luas.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow