SMA 2 Kudus Keracunan MBG, 121 Siswa Alami Mual dan Diare
Sedikitnya 121 siswa SMA 2 Kudus dilaporkan mengeluhkan mual, diare, hingga sakit perut setelah mengonsumsi makanan dari program MBG. Kondisi tersebut membuat sejumlah siswa harus mendapatkan perawatan medis, bahkan beberapa di antaranya dilarikan ke rumah sakit pada Kamis pagi, 29 Januari 2026.
Peristiwa ini langsung menyita perhatian orang tua siswa, pihak sekolah, serta pemerintah daerah. Selain berdampak pada kesehatan pelajar, insiden tersebut memunculkan kekhawatiran terkait standar keamanan dan pengawasan dalam pelaksanaan program MBG.
Kronologi Dugaan Keracunan MBG di SMA 2 Kudus
Insiden bermula ketika siswa SMA 2 Kudus menerima paket makanan Makan Bergizi Gratis pada Rabu. Menu yang dibagikan terdiri dari nasi putih, soto ayam suwir, tempe goreng, tauge, dan buah kelengkeng.
Beberapa jam setelah makanan dikonsumsi, sebagian siswa mulai merasakan mual dan ketidaknyamanan pada perut. Keluhan tersebut semakin bertambah hingga malam hari. Pada Kamis pagi, jumlah siswa yang mengalami diare dan muntah meningkat signifikan, sehingga pihak sekolah mengambil langkah cepat dengan membawa siswa ke fasilitas kesehatan.
Peristiwa ini terjadi di wilayah Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, dan langsung ditangani oleh pihak terkait.
Gejala yang Dialami Para Siswa
Mayoritas siswa yang terdampak mengeluhkan gejala gangguan pencernaan. Gejala yang paling banyak ditemukan antara lain mual, muntah, sakit perut, dan diare. Beberapa siswa juga mengeluhkan tubuh lemas dan pusing sehingga tidak mampu mengikuti kegiatan belajar.
Siswa dengan kondisi ringan mendapatkan penanganan awal di sekolah dengan pengawasan tenaga kesehatan, sementara siswa yang mengalami gejala berat langsung dirujuk ke rumah sakit dan puskesmas setempat.
Peran SPPG Purwosari 1 dalam Distribusi MBG
Makanan MBG yang dikonsumsi siswa SMA 2 Kudus diketahui didistribusikan oleh SPPG Purwosari 1, yang berada di Kecamatan Kudus.
SPPG memiliki tugas utama memastikan makanan yang dibagikan memenuhi standar gizi dan keamanan pangan. Namun, dalam kasus sma 2 kudus keracunan mbg, proses distribusi dan pengolahan makanan dari satuan pelayanan tersebut kini menjadi fokus penyelidikan.
Pihak berwenang tengah menelusuri kemungkinan adanya kesalahan dalam proses penyimpanan, pengolahan, maupun pengiriman makanan sebelum sampai ke sekolah.
Tindakan Pihak Sekolah dan Pemerintah Daerah
Pihak SMA 2 Kudus segera menghentikan sementara distribusi Makan Bergizi Gratis sambil menunggu hasil pemeriksaan lebih lanjut. Sekolah juga berkoordinasi dengan orang tua siswa untuk memastikan kondisi kesehatan anak-anak mereka terpantau dengan baik.
Pemerintah daerah melalui dinas terkait menyatakan akan melakukan investigasi menyeluruh. Sampel makanan MBG telah diamankan dan dikirim ke laboratorium untuk diuji guna mengetahui penyebab pasti dugaan keracunan tersebut.
Dalam keterangannya, otoritas setempat menegaskan bahwa keselamatan siswa menjadi prioritas utama dan hasil pemeriksaan akan diumumkan secara transparan kepada publik.
Dampak Keracunan Terhadap Kegiatan Belajar
Insiden keracunan massal ini berdampak langsung pada kegiatan belajar mengajar di SMA 2 Kudus. Sejumlah kelas tidak berjalan optimal karena banyak siswa yang harus menjalani perawatan dan istirahat.
Selain dampak fisik, kejadian ini juga memunculkan kekhawatiran psikologis pada siswa dan orang tua terhadap keamanan konsumsi makanan sekolah. Kepercayaan terhadap program MBG dinilai perlu dipulihkan melalui evaluasi menyeluruh dan keterbukaan informasi.
Pandangan Pakar soal Keamanan Makanan Sekolah
Pakar kesehatan masyarakat menilai bahwa kasus keracunan makanan di sekolah sering kali dipicu oleh masalah sanitasi, suhu penyimpanan, atau kontaminasi bakteri. Makanan berkuah seperti soto ayam memiliki risiko lebih tinggi jika tidak dijaga pada suhu aman saat distribusi.
Mereka merekomendasikan agar setiap program makanan massal di sekolah menerapkan pengawasan berlapis, audit rutin, serta pelatihan keamanan pangan bagi seluruh petugas yang terlibat.
Langkah Lanjutan yang Akan Ditempuh
Hasil uji laboratorium terhadap sampel makanan MBG akan menjadi dasar penentuan langkah selanjutnya. Jika ditemukan pelanggaran prosedur, pemerintah daerah menegaskan tidak akan ragu menjatuhkan sanksi sesuai ketentuan yang berlaku.
Kasus sma 2 kudus keracunan mbg diharapkan menjadi bahan evaluasi agar pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis ke depan benar-benar aman, higienis, dan sesuai standar kesehatan.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow