BMKG Ungkap Alasan Angin Kencang Hari Ini dan Prakiraan Cuaca Besok
Fenomena Angin Kencang di Berbagai Wilayah
Sejak Sabtu, 24 Januari 2026, sejumlah daerah di Indonesia, termasuk Jawa, Bali, Nusa Tenggara, Sumatra, dan khususnya wilayah DIY seperti Sleman, dilaporkan mengalami angin kencang disertai hujan sedang hingga lebat. BMKG telah mengeluarkan peringatan potensi cuaca ekstrem, termasuk angin kencang, bagi masyarakat di provinsi-provinsi terdampak.
Penyebab Utama Angin Kencang Hari Ini
Menurut BMKG, ada beberapa faktor utama yang berkontribusi terhadap fenomena angin kencang yang terjadi hari ini:
1. Penguatan Monsun Asia
Monsun Asia, atau angin baratan, sedang berada dalam fase aktif dan kuat, sehingga membawa massa udara basah dari kawasan Asia ke wilayah Indonesia. Aliran angin lintas ekuator yang kuat ini mendorong percepatan kecepatan angin di permukaan, terutama di wilayah barat dan tengah Indonesia.
2. Bibit Siklon Tropis dan Sistem Tekanan Rendah
BMKG memantau keberadaan bibit siklon tropis di Samudra Hindia selatan Indonesia yang turut memperkuat pola angin regional. Sistem tekanan rendah ini bekerja seperti “mesin penyedot” besar di atmosfer, menarik massa udara dan mempercepat aliran angin yang kemudian dirasakan di daratan Indonesia, termasuk di Jawa dan Nusa Tenggara.
3. Dinamika Atmosfer Lokal
Selain faktor global, dinamika atmosfer di lapisan udara atas juga memainkan peran penting. Misalnya, di wilayah Sleman, kecepatan angin di lapisan sekitar 762 meter di atas permukaan laut terpantau cukup tinggi, menunjukkan bahwa kondisi lokal di atmosfer turut memperkuat hembusan angin di permukaan.
4. Awan Konvektif dan Ketidakstabilan Udara
Pertumbuhan awan konvektif (cumulonimbus) dari ketidakstabilan udara tropis dapat memicu badai lokal yang disertai angin kencang dan petir. Kondisi ini umum terjadi pada periode pancaroba serta puncak musim hujan di Indonesia.
Apa Kata BMKG Mengenai Cuaca Hari Ini dan Besok
BMKG mengeluarkan peringatan dini berdasarkan prediksi cuaca dan potensi cuaca ekstrem tiga harian. Untuk hari ini, angin kencang berpotensi terjadi di banyak provinsi, termasuk Aceh, Banten, Jawa Tengah, Jawa Timur, Kalimantan Barat, Kepulauan Riau, Lampung, Nusa Tenggara Barat, hingga Papua bagian tertentu. Sementara itu, besok, angin kencang diprediksi masih berpotensi di beberapa wilayah seperti Banten, Jawa Timur, Nusa Tenggara Barat, dan Nusa Tenggara Timur.
Seraya itu, BMKG juga memperkirakan potensi hujan sedang hingga lebat yang dapat disertai petir di banyak wilayah, termasuk DI Yogyakarta, Jawa Barat, dan Jakarta, tergantung dinamika atmosfer lokal dan sistem tekanan besar yang sedang bergerak.
Hubungan Antara Angin Kencang dan Fenomena Gempa
BMKG menekankan bahwa fenomena gempa bumi tidak berkaitan langsung dengan kondisi angin kencang atau cuaca ekstrem. Gempa terjadi akibat pergeseran lempeng tektonik di bawah permukaan bumi, sedangkan angin kencang adalah fenomena atmosfer yang dipicu oleh perbedaan tekanan udara dan sistem cuaca. Keduanya merupakan proses fisik berbeda yang tidak saling memicu satu sama lain. BMKG dan lembaga geofisika lainnya secara terpisah memantau gempa secara real time, namun tidak ada bukti ilmiah yang menunjukkan hubungan kausal antara gempa dan kondisi cuaca.
Imbauan dan Dampak bagi Masyarakat
BMKG meminta masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama di area permukiman, fasilitas publik, dan infrastruktur kritis. Potensi dampak angin kencang termasuk risiko pohon tumbang, kerusakan ringan pada bangunan, gangguan transportasi, serta kemungkinan banjir di wilayah rendah jika angin kencang disertai hujan lebat. Untuk perairan, angin kencang dapat memicu gelombang tinggi yang berbahaya bagi nelayan dan transportasi laut.
BMKG menyarankan publik memantau informasi cuaca harian, termasuk peringatan dini, prediksi cuaca, dan prakiraan angin melalui kanal resmi lembaga agar dapat mengambil langkah antisipatif yang tepat.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow