Menu
Close
HarianBasis.co

Informasi Berita Terkini dan Terbaru Hari Ini

Simulasi TKA Kemendikbud Digencarkan Jelang Asesmen Nasional untuk Pemetaan Kompetensi

Simulasi TKA Kemendikbud Digencarkan Jelang Asesmen Nasional untuk Pemetaan Kompetensi

Smallest Font
Largest Font

Upaya ini menjadi penting karena simulasi TKA diposisikan sebagai sarana latihan sekaligus pengenalan bagi sekolah, guru, dan siswa terhadap model penilaian berbasis kompetensi yang menitikberatkan pada literasi dan numerasi. Pemerintah menilai kesiapan ekosistem pendidikan menjadi kunci agar hasil asesmen benar-benar mencerminkan kondisi pembelajaran di satuan pendidikan.

Penyesuaian dengan Kurikulum dan Profil Pelajar Pancasila

Kementerian melalui Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi menjelaskan bahwa simulasi TKA disusun selaras dengan arah kebijakan Kurikulum Merdeka. Materi yang diujikan tidak berfokus pada hafalan, melainkan kemampuan bernalar, memahami konteks, dan memecahkan masalah.

Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah pada berbagai kesempatan menyatakan simulasi ini diharapkan membantu guru menyiapkan pembelajaran yang lebih bermakna. Soal-soal dirancang kontekstual dan dekat dengan kehidupan sehari-hari, sehingga siswa terbiasa berpikir kritis sejak dini.

Sasaran Peserta dan Mekanisme Pelaksanaan

Simulasi TKA menyasar siswa pada jenjang yang akan mengikuti Asesmen Nasional, termasuk sekolah dasar, menengah pertama, dan menengah atas. Pelaksanaannya dilakukan secara bertahap dan fleksibel, menyesuaikan kesiapan infrastruktur di masing-masing daerah.

Sekolah diberi ruang untuk mengatur jadwal simulasi sesuai kondisi, termasuk opsi pelaksanaan daring maupun luring terbatas. Pemerintah daerah dan satuan pendidikan berperan memastikan sarana pendukung, seperti perangkat dan jaringan, agar simulasi berjalan lancar.

Respons Sekolah dan Guru

Di lapangan, banyak sekolah memanfaatkan simulasi TKA sebagai bahan evaluasi pembelajaran. Guru dapat memetakan kelemahan siswa, baik dalam membaca pemahaman maupun numerasi, sebelum asesmen resmi berlangsung.

Sejumlah kepala sekolah menyebut simulasi membantu mengurangi kecemasan siswa. Dengan terbiasa menghadapi format soal dan alur pengerjaan, peserta didik dinilai lebih siap secara mental. Guru juga mendapatkan gambaran penyesuaian strategi mengajar yang diperlukan agar tujuan pembelajaran tercapai.

Peran Orang Tua dan Lingkungan

Kemendikbud menekankan keterlibatan orang tua dalam mendukung simulasi TKA. Orang tua diimbau menciptakan lingkungan belajar yang kondusif di rumah, sekaligus memahami bahwa asesmen bertujuan memotret kualitas pembelajaran, bukan menentukan kelulusan individu.

Pendekatan ini diharapkan menggeser paradigma lama yang memandang ujian semata-mata sebagai penentu nilai. Dengan pemahaman yang tepat, dukungan orang tua dapat membantu siswa menghadapi asesmen dengan lebih tenang dan percaya diri.

Tantangan Infrastruktur dan Kesenjangan

Meski digencarkan, simulasi TKA tidak lepas dari tantangan. Kesenjangan akses perangkat dan internet di sejumlah wilayah masih menjadi pekerjaan rumah. Pemerintah bersama pemerintah daerah terus melakukan pemetaan dan pendampingan agar sekolah di daerah tertinggal tidak tertinggal dalam pelaksanaan simulasi.

Kemendikbud menyatakan pengalaman simulasi menjadi dasar perbaikan teknis, termasuk distribusi perangkat, penguatan jaringan, serta pelatihan operator sekolah. Masukan dari daerah dikumpulkan untuk menyempurnakan pelaksanaan asesmen berikutnya.

Dampak terhadap Kebijakan Pendidikan

Hasil dari simulasi TKA diharapkan memberi gambaran awal bagi pemerintah dalam merumuskan kebijakan berbasis data. Pemetaan kompetensi siswa dapat menjadi rujukan penguatan program literasi dan numerasi, serta penyesuaian bantuan dan intervensi pembelajaran.

Pemerintah menilai data agregat dari simulasi dan asesmen nasional akan membantu mengidentifikasi ketimpangan antardaerah. Dengan demikian, kebijakan yang disusun lebih tepat sasaran dan berorientasi pada peningkatan mutu pendidikan secara menyeluruh.

Tindak Lanjut dan Pengembangan ke Depan

Ke depan, Kemendikbud membuka peluang penyempurnaan simulasi TKA, baik dari sisi konten soal maupun sistem pelaksanaan. Evaluasi rutin akan dilakukan dengan melibatkan guru, sekolah, dan pakar pendidikan agar asesmen tetap relevan dengan kebutuhan zaman.

Dengan penguatan simulasi, pemerintah berharap budaya evaluasi berbasis kompetensi semakin mengakar di sekolah. Upaya ini menjadi bagian dari transformasi pendidikan nasional yang menempatkan kualitas pembelajaran dan pengembangan potensi siswa sebagai prioritas utama.

Editors Team

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow