Menu
Close
HarianBasis.co

Informasi Berita Terkini dan Terbaru Hari Ini

Saham ANTM Meroket 15,15% ke Level 4.940, Kapitalisasi Pasar Tembus Rp118 Triliun

Saham ANTM Meroket 15,15% ke Level 4.940, Kapitalisasi Pasar Tembus Rp118 Triliun

Smallest Font
Largest Font

Pada perdagangan Senin, 26 Januari 2026, saham ANTM ditutup menguat tajam ke level Rp4.940 per saham. Kenaikan ini bukan hanya tergolong besar secara persentase, tetapi juga menempatkan ANTM di area tertinggi dalam setahun terakhir, sekaligus mendekati level psikologis Rp5.000.

Lonjakan harga tersebut memunculkan pertanyaan penting di kalangan investor ritel maupun institusi: apa yang sebenarnya mendorong reli saham ANTM hari ini, dan bagaimana prospek saham ini ke depan di tengah volatilitas pasar?

Pergerakan Saham ANTM Hari Ini

Saham Aneka Tambang (IDX: ANTM) mencatat kinerja impresif sepanjang sesi perdagangan hari ini.

Kenaikan Tajam dalam Satu Hari

Berdasarkan data perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), saham ANTM ditutup menguat 650 poin atau 15,15% ke harga Rp4.940 per saham. Angka ini jauh di atas penutupan hari sebelumnya di level Rp4.290.

Sepanjang sesi, saham ANTM dibuka di Rp4.400, lalu terus menguat hingga mencetak harga tertinggi harian di Rp4.970, sebelum akhirnya ditutup sedikit di bawah level tersebut. Sementara itu, harga terendah hari ini tercatat di Rp4.400, menunjukkan minimnya tekanan jual selama perdagangan berlangsung.

Mendekati Level Tertinggi 52 Minggu

Dengan penutupan tersebut, saham ANTM berada tepat di bawah level tertinggi 52 minggu di Rp4.970. Ini menandakan bahwa harga saham ANTM saat ini sudah berada di zona premium dibandingkan pergerakan sepanjang satu tahun terakhir.

Kapitalisasi Pasar Tembus Rp118 Triliun

Lonjakan harga saham ANTM berdampak langsung pada nilai perusahaan di pasar modal.

Nilai Perusahaan Melesat

Seiring kenaikan harga saham, kapitalisasi pasar ANTM kini mencapai Rp118,71 triliun. Angka ini menempatkan ANTM sebagai salah satu emiten tambang terbesar di Indonesia berdasarkan nilai pasar.

Bagi investor institusi, kapitalisasi pasar besar memberikan indikasi likuiditas yang lebih baik, stabilitas perusahaan, serta peluang masuknya dana asing dalam jumlah signifikan.

Rasio Valuasi Masih Relatif Moderat

Meski harga saham melonjak tajam, rasio valuasi ANTM masih tergolong wajar. Saat ini, rasio price to earnings (P/E) ANTM berada di level 16 kali, yang masih sejalan dengan rata-rata sektor tambang berbasis nikel dan emas.

Faktor yang Mendorong Penguatan Saham ANTM

Kenaikan saham ANTM tidak terjadi tanpa alasan. Sejumlah faktor fundamental dan sentimen pasar turut mendukung reli harga saham hari ini.

Sentimen Positif Komoditas Global

ANTM merupakan perusahaan tambang terintegrasi dengan portofolio utama pada nikel, emas, dan bauksit. Dalam beberapa pekan terakhir, harga komoditas tambang global menunjukkan tren pemulihan, didorong oleh:

  • Kebutuhan nikel untuk industri baterai kendaraan listrik
  • Permintaan emas sebagai aset lindung nilai
  • Optimisme pertumbuhan ekonomi global yang mulai membaik

Kondisi ini secara langsung meningkatkan prospek pendapatan emiten tambang seperti ANTM.

Prospek Hilirisasi dan Industri Baterai

Sebagai bagian dari holding industri pertambangan negara, ANTM terlibat aktif dalam program hilirisasi mineral. Perusahaan menjadi bagian penting dalam rantai pasok nikel nasional yang mendukung pengembangan industri kendaraan listrik (EV).

Pemerintah sendiri terus menegaskan komitmen terhadap hilirisasi. Dalam berbagai kesempatan resmi, Kementerian ESDM menyatakan bahwa hilirisasi nikel menjadi pilar utama strategi industrialisasi Indonesia, sekaligus penguatan nilai tambah dalam negeri.

Respons dan Minat Investor

Pergerakan harga ANTM hari ini mencerminkan antusiasme investor yang cukup tinggi.

Volume Perdagangan Menguat

Lonjakan harga ANTM diiringi oleh peningkatan aktivitas transaksi. Saham ini aktif diperdagangkan sepanjang sesi, menandakan:

  • Masuknya minat beli baru
  • Minimnya aksi ambil untung jangka pendek
  • Sentimen pasar yang masih condong positif

Bagi analis teknikal, pola ini sering dibaca sebagai indikasi momentum lanjutan, meskipun tetap disertai risiko koreksi jangka pendek.

Saham Favorit Investor Ritel dan Institusi

ANTM dikenal sebagai saham yang memiliki basis investor luas, baik dari kalangan ritel maupun institusi. Statusnya sebagai BUMN tambang dengan cadangan mineral strategis membuat saham ini kerap menjadi pilihan ketika sektor komoditas menunjukkan sinyal penguatan.

Dividen dan Daya Tarik Jangka Panjang

Selain pergerakan harga, ANTM juga menawarkan daya tarik dari sisi fundamental jangka panjang.

Dividen yang Konsisten

Saat ini, saham ANTM tercatat memiliki imbal hasil dividen sekitar 3,07%. Dengan total dividen tunai yang dibagikan mencapai Rp37,91 per saham, ANTM tetap menarik bagi investor yang mengincar kombinasi capital gain dan pendapatan dividen.

Prospek Bisnis Jangka Menengah

Dengan fokus pada:

  • Produksi nikel berkelanjutan
  • Penguatan bisnis emas
  • Ekspansi hilirisasi mineral

ANTM dinilai memiliki fondasi bisnis yang relatif solid, meskipun tetap menghadapi tantangan volatilitas harga komoditas global.

Risiko yang Tetap Perlu Diperhatikan

Meski tren saham ANTM saat ini positif, investor tetap perlu mencermati sejumlah risiko.

Volatilitas Harga Komoditas

Harga saham ANTM sangat sensitif terhadap pergerakan harga nikel dan emas dunia. Perubahan kebijakan global, suku bunga, atau ketegangan geopolitik dapat mempengaruhi harga komoditas secara cepat.

Potensi Koreksi Teknis

Kenaikan tajam dalam waktu singkat sering kali diikuti oleh fase konsolidasi atau koreksi. Investor disarankan untuk memperhatikan manajemen risiko dan tidak semata-mata terpancing euforia jangka pendek.

Kesimpulan

Penguatan saham ANTM ke level Rp4.940 mencerminkan kombinasi sentimen positif komoditas, optimisme hilirisasi, serta kepercayaan investor terhadap prospek jangka menengah perusahaan. Dengan kapitalisasi pasar yang kini menembus Rp118 triliun, ANTM kembali menegaskan posisinya sebagai salah satu saham tambang unggulan di Bursa Efek Indonesia.

Meski peluang tetap terbuka, investor disarankan untuk mencermati dinamika pasar, pergerakan komoditas global, serta strategi investasi yang sesuai dengan profil risiko masing-masing.

Editors Team

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow