BMRI dan BBCA Tertekan di IDX Saham Perbankan Hari Ini, Investor Waspadai Tekanan Jual
Data terakhir menunjukkan harga saham BBCA turun ke sekitar Rp 6.525–6.600 per lembar, menyusut signifikan dari penutupan sebelumnya dan mencerminkan pelemahan lebih dari 6% dalam 24 jam terakhir. Penurunan ini mengukuhkan tren korektif yang telah berlangsung sepanjang Januari 2026, dengan penurunan mingguan mencapai dua digit persen dibandingkan minggu sebelumnya.
Sementara itu, saham BMRI diperdagangkan di level sekitar Rp 4.240–4.560, juga mengalami tekanan jual tajam dalam sesi yang sama, turun persentase tinggi dalam perdagangan intraday. Harga ini berada di bawah kisaran rata-rata historis beberapa bulan terakhir, menggambarkan tekanan jual yang lebih luas pada saham bank besar.
Pergerakan IDX BBCA dan BMRI hari ini tercatat sejalan dengan tren pelemahan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang juga bergerak melemah tajam. Tekanan pasar global dan sentimen net sell investor asing terhadap saham perbankan menjadi salah satu faktor utama yang mempengaruhi aksi jual di kukuhnya kedua saham blue chip ini.
Tekanan Pasar dan Sentimen Investor
Analis pasar modal menyebut tren pelemahan BBCA dan BMRI tidak lepas dari kecenderungan profit taking setelah reli harga panjang yang sempat terjadi akhir tahun lalu, ditambah dengan ketidakpastian ekonomi makro domestik dan global. “Pasar saat ini memasuki fase konsolidasi harga setelah lonjakan beberapa waktu lalu,” ujar seorang analis di sekuritas nasional. Aksi ambil untung tersebut biasanya terjadi ketika investor besar mulai mengunci keuntungan,” katanya.
Berita sebelumnya menunjukkan kedua saham ini pernah mengalami koreksi teknikal setelah reli panjang pada kuartal sebelumnya, di mana investor besar melakukan distribusi saham di area harga tertentu untuk mengamankan keuntungan.
Sentimen asing yang melemah juga berperan. Dalam beberapa sesi terakhir, tercatat aliran dana asing keluar dari beberapa saham bank besar, termasuk BBCA dan BMRI, meningkatkan tekanan jual pada kedua emiten tersebut. Meski fundamental kedua bank cukup kuat, dinamika supply-demand di pasar jangka pendek tetap dominan.
Performa Fundamental dan Rekomendasi Analis
Dari sisi fundamental, BBCA tetap dicatat memiliki kapitalisasi pasar yang besar dan profile risiko relatif lebih stabil dibanding kompetitor. Namun, valuasi harga saat ini turun cukup drastis dari puncak tahun sebelumnya. Beberapa analis tetap melihat potensi upside jangka panjang jika harga berhasil stabil dan IHSG kembali menguat.
BMRI, di lain pihak, menawarkan imbal hasil dividen yang relatif lebih tinggi dibanding rata-rata sektor, namun volatilitas sahamnya lebih sensitif terhadap sentimen pasar. Analysts memperkirakan kisaran target harga BMRI yang lebih luas dalam jangka menengah, mencerminkan ketidakpastian arah pasar.
Bagaimana Investor Menyikapi?
Sejumlah manajer investasi menilai investor harus lebih berhati-hati dalam mengambil posisi di saham perbankan besar ini dalam jangka pendek. “Koreksi harga yang terjadi harus dilihat sebagai peluang evaluasi portofolio, bukan sekadar momentum peluang beli,” kata pengelola dana investasi di Jakarta.
Beberapa analis menyarankan investor untuk memantau level support teknikal kedua saham ini di sesi berikutnya, karena jika support gagal bertahan maka tekanan jual bisa berlanjut sebelum sentimen pasar membaik.
Apa Selanjutnya untuk BBCA dan BMRI?
- Jika harga saham BBCA berhasil bertahan di atas level psikologis utama, sejumlah analis memproyeksi potensi rebound jangka pendek, terutama jika data ekonomi terbaru menunjukkan perbaikan.
- Untuk BMRI, stabilisasi harga di atas level support teknikal dapat menjadi sinyal awal pemulihan, meskipun masih bergantung pada dinamika IHSG secara makro.
Pergerakan harga saham bank besar ini tetap menjadi barometer sentimen pasar modal Indonesia, terutama di tengah dinamika ekonomi global yang terus berubah. Investor disarankan tetap mengikuti rilis data ekonomi, pernyataan regulator pasar modal, dan perkembangan baru dari kedua emiten untuk membuat keputusan investasi yang lebih matang.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow