PDSS SNPMB 2026 Jadi Titik Kunci Registrasi Akun hingga Pendaftaran SNBP Mahasiswa Baru
Registrasi dan Pengisian PDSS Menentukan Arah Pendaftaran PTN
Panitia SNPMB 2026 menetapkan jadwal resmi tahapan pendaftaran yang harus dipatuhi sekolah dan siswa. Dimulai dengan pengumuman kuota sekolah pada 29 Desember 2025, masa sanggah kuota yang berlangsung hingga pertengahan Januari, kemudian pendaftaran akun SNPMB untuk sekolah sejak 5 Januari–26 Januari 2026 serta pengisian PDSS oleh sekolah hingga 2 Februari 2026. Siswa baru dapat mendaftar akun SNPMB mulai 12 Januari–18 Februari 2026 sebelum mengikuti pendaftaran jalur SNBP pada 3–18 Februari 2026. Hasil seleksi SNBP sendiri akan diumumkan pada 31 Maret 2026.
PDSS merupakan basis data yang memuat rekam jejak kinerja sekolah serta nilai rapor siswa yang eligible, dan menjadi syarat utama agar siswa dapat mendaftar SNBP 2026. Kepala sekolah bertanggung jawab memastikan data yang diinput benar, lengkap, dan tervalidasi melalui portal resmi SNPMB yang disediakan pemerintah.
Dua Mekanisme Pengisian PDSS: Manual dan Sinkronisasi e-Rapor
Menurut pedoman resmi yang dirilis panitia, pengisian PDSS SNPMB 2026 dapat dilakukan sekolah melalui dua mekanisme: secara manual atau melalui sinkronisasi data e-Rapor. Mekanisme e-Rapor secara otomatis menarik nilai dan data siswa dari sistem yang terintegrasi, mempermudah proses input dan menghemat waktu. Sekolah yang memilih menggunakan e-Rapor juga akan mendapatkan tambahan kuota 5 persen untuk penentuan siswa eligible sebagai calon SNBP, meskipun belum semua sekolah memanfaatkan fasilitas ini secara optimal.
Tahapan pengisian meliputi pengecekan data operator dan profil sekolah, penentuan peringkat siswa eligible berdasarkan nilai Tes Kemampuan Akademik (TKA) lengkap, penentuan kurikulum, pengisian nilai rapor, serta finalisasi data. Setelah finalisasi selesai, sekolah wajib mengunduh bukti finalisasi PDSS sebagai dokumen resmi penyelesaian tahap ini.
Kendala dan Tantangan Sekolah dalam Mengisi PDSS
Beberapa sekolah dilaporkan mengalami kesulitan dalam proses sinkronisasi PDSS dengan e-Rapor, yang turut mempengaruhi kesiapan data dan potensi kuota tambahan. Koordinator Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi menyatakan bahwa pemberian insentif tambahan kuota sebesar 5 persen bertujuan mendorong sekolah untuk mengadopsi e-Rapor, namun praktik di lapangan masih menunjukkan banyak sekolah yang belum sepenuhnya memanfaatkan opsi ini.
Ketidaktepatan input atau keterlambatan pengisian PDSS juga berisiko menghambat peluang siswa untuk mendaftar melalui jalur SNBP. Sekolah dan siswa diimbau untuk mengikuti jadwal dengan ketat dan memastikan seluruh data terselesaikan sebelum batas waktu berakhir.
Implikasi Bagi Siswa dan Orang Tua
Bagi siswa kelas 12 dan lulusan gap year, pengisian PDSS yang akurat menjadi prasyarat tak terelakkan agar dapat melanjutkan ke perguruan tinggi negeri pilihan melalui jalur prestasi non-tes. Tanpa akun SNPMB siswa yang aktif dan data PDSS yang lengkap, pendaftaran SNBP 2026 tidak dapat dilakukan. Oleh karena itu, orang tua dan siswa didorong untuk terus memantau perkembangan jadwal dan memastikan bahwa semua persyaratan administratif telah terpenuhi.
Kelancaran proses PDSS juga menjadi indikator kesiapan calon mahasiswa memasuki tahap seleksi berikutnya, termasuk pertimbangan pilihan program studi dan universitas yang diminati. Dengan tahapan yang sangat terstruktur dan jadwal yang ketat, setiap detik keterlambatan bisa berarti hilangnya peluang mengikuti jalur SNBP atau SNBT di tahun ini.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow