Longsor Besar di Lereng Gunung Burangrang Timbun Puluhan Rumah di Cisarua Bandung Barat
Longsor tiba-tiba saat warga tertidur
Peristiwa terjadi sekitar pukul 02.30–03.00 WIB saat sebagian besar warga tengah tidur. Warga setempat melaporkan suara gemuruh keras yang tiba-tiba datang dari arah perbukitan sebelum runtuhan tanah bercampur batu, pohon, dan lumpur bergerak deras menuruni lereng. Material longsoran langsung menyapu permukiman di Kampung Babakan, Kampung Pasir Kuning, dan Pasir Kuda di Desa Pasirlangu.
Kepala Desa Pasirlangu, Nur Awaludin Lubis, mengatakan tanah longsor yang bermula dari lereng Gunung Burangrang itu terjadi sangat cepat sehingga banyak warga tidak sempat menyelamatkan diri atau harta benda mereka. “Longsor datang tiba-tiba di tengah malam saat hujan deras mengguyur. Ini membuat tanah labil dan langsung runtuh menimpa rumah warga,” ujarnya kepada media, Sabtu pagi.
Data korban dan dampak material
Hingga siang hari, data terpadu dari tim penanggulangan bencana menunjukkan puluhan rumah warga tertimbun material longsor. Perkiraan sementara mencapai sekitar 30 rumah terdampak dengan kedalaman tertimbun beberapa meter. Total sekitar 113 jiwa dari 34 kepala keluarga dilaporkan terdampak langsung oleh bencana ini, dengan sebagian besar masih dalam proses pencarian atau evakuasi.
Berdasarkan laporan tim SAR dan instansi terkait:
- Korban selamat: sekitar 23 orang berhasil ditemukan dan dievakuasi ke area aman.
- Korban meninggal dunia: sejumlah warga dinyatakan tewas setelah ditemukan di bawah material longsor, dengan angka sementara berkisar antara 7–10 orang tergantung sumber laporan.
- Korban hilang: puluhan warga, lebih dari 80 orang menurut catatan tim SAR, masih dalam pencarian.
Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Barat, Herman Suryatman, yang ikut meninjau lokasi kejadian, mengatakan proses pencarian masih berlangsung meski dibayangi tantangan medan berat dan kondisi cuaca yang belum sepenuhnya membaik. “Prioritas kami saat ini memastikan keselamatan korban yang masih mungkin tertimbun dan mendukung keluarga mereka yang terdampak,” ujar Herman di lokasi.
Upaya SAR dan penanganan darurat
Tim SAR gabungan yang melibatkan TNI, Polri, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Basarnas, relawan, dan aparat desa langsung melakukan operasi pencarian dan evakuasi sejak dini hari. Mereka menggunakan metode manual serta anjing pelacak untuk menelusuri jejak korban di bawah material longsor. Lokasi pencarian diprioritaskan di sekitar area terdampak berat.
BPBD Jawa Barat mengatakan telah mendirikan posko darurat di titik aman untuk koordinasi pencarian korban, mendistribusikan bantuan logistik, dan melayani keluarga korban yang masih mencari informasi kerabat mereka. Di posko, tim medis juga siaga untuk memberikan pertolongan pertama kepada warga selamat yang mengalami luka atau trauma.
Penyebab dan kondisi cuaca ekstrem
Bencana longsor ini diduga kuat dipicu oleh intensitas hujan deras dan berkepanjangan yang melanda wilayah Bandung Barat sejak beberapa hari sebelum kejadian. Curah hujan tinggi membuat tanah di lereng Gunung Burangrang menjadi labil dan mudah longsor, terutama di area dengan kemiringan tajam dan tanah jenuh air. BMKG sebelumnya telah mengeluarkan peringatan cuaca ekstrem di wilayah Jawa Barat yang mencakup potensi hujan lebat dan angin kencang.
Instansi terkait juga mencatat adanya alih fungsi lahan di beberapa titik lereng dari vegetasi keras menjadi lahan pertanian hortikultura, yang diduga mengurangi daya serap tanah dan berkontribusi pada kerawanan longsor saat hujan deras berlangsung. Namun, penyebab pastinya masih memerlukan kajian mendalam oleh para ahli geoteknik dan lingkungan.
Dampak lanjutan dan imbauan pemerintah
Sebagai tindak lanjut, pemerintah daerah telah menetapkan status tanggap darurat bencana di wilayah terdampak. Selain upaya pencarian korban, langkah antisipatif juga dilakukan dengan mengungsikan warga dari area rawan longsor dan menyediakan tempat penampungan sementara di kantor desa setempat.
BPBD dan instansi meteorologi juga terus memantau kondisi cuaca di wilayah Bandung Raya dan sekitarnya, mengingat potensi hujan lebat diperkirakan masih berlanjut beberapa hari ke depan. Masyarakat diimbau untuk selalu waspada terhadap indikator tanah longsor seperti retakan tanah, suara gemuruh dari bukit, serta aliran air yang tiba-tiba deras.
Para relawan dan PMI setempat mengatakan kebutuhan mendesak saat ini mencakup selimut, matras, bahan makanan pokok, serta peralatan pencarian tambahan untuk mempercepat proses evakuasi korban yang masih tertimbun.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow