Menu
Close
oduu

Informasi Berita Terkini dan Terbaru Hari Ini

Kalender Hijriah 2026 Versi Kemenag dan Muhammadiyah serta Hari Besar Islam

Kalender Hijriah 2026 Versi Kemenag dan Muhammadiyah serta Hari Besar Islam

Smallest Font
Largest Font

Di Indonesia, penetapan kalender Hijriah umumnya mengacu pada dua lembaga utama, yaitu pemerintah melalui Kementerian Agama dan organisasi Islam Muhammadiyah. Keduanya memiliki metode perhitungan yang berbeda, sehingga pada kondisi tertentu dapat memunculkan perbedaan tanggal pelaksanaan ibadah.

Agar tidak keliru dalam menyusun agenda ibadah sepanjang tahun, berikut ulasan lengkap kalender Hijriah 2026 versi Kemenag dan Muhammadiyah, termasuk perbedaan metode, konversi tanggal, serta daftar hari besar Islam yang perlu dicatat.

Perbedaan Sistem Kalender Hijriah dan Masehi

Kalender Hijriah menggunakan dasar peredaran bulan mengelilingi bumi, atau dikenal sebagai siklus sinodik bulan. Setiap awal bulan Hijriah ditandai dengan munculnya hilal setelah terjadinya ijtimak.

Berbeda dengan kalender Masehi yang mengikuti peredaran bumi mengelilingi matahari, kalender Hijriah memiliki jumlah hari lebih sedikit dalam satu tahun. Satu tahun Hijriah hanya terdiri dari 354 hari, atau 355 hari pada tahun kabisat, sementara kalender Masehi memiliki 365 atau 366 hari.

Perbedaan inilah yang membuat tanggal Hijriah terus bergeser lebih awal sekitar 10 hingga 11 hari setiap tahunnya dibandingkan kalender Masehi, sehingga diperlukan konversi untuk menyesuaikan kedua sistem penanggalan tersebut.

Metode Penetapan Kalender Hijriah di Indonesia

Di Indonesia, penetapan kalender Hijriah dilakukan dengan dua pendekatan utama yang sama-sama memiliki dasar keilmuan dan keagamaan yang kuat.

Metode Rukyat oleh Kementerian Agama

Pemerintah melalui Kementerian Agama Republik Indonesia menetapkan awal bulan Hijriah menggunakan metode rukyat. Rukyat berarti melihat hilal secara langsung di ufuk barat setelah matahari terbenam, baik dengan mata telanjang maupun menggunakan alat bantu seperti teleskop.

Menurut rujukan resmi dari Majelis Ulama Indonesia, hilal harus benar-benar terlihat dan memenuhi kriteria imkanur rukyat agar awal bulan Hijriah dapat ditetapkan. Karena bergantung pada kondisi cuaca dan hasil pengamatan lapangan, kalender Hijriah versi pemerintah bersifat tentatif dan dapat mengalami perubahan mendekati pergantian bulan.

Metode Hisab Muhammadiyah

Sementara itu, Muhammadiyah menggunakan metode hisab, yaitu perhitungan astronomi berbasis ilmu falak. Melalui pendekatan ini, penentuan awal bulan dilakukan dengan menghitung posisi bulan dan matahari secara matematis.

Muhammadiyah mengacu pada Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT), sehingga tanggal-tanggal penting dapat diketahui jauh hari sebelumnya tanpa menunggu proses pengamatan hilal. Metode ini dinilai lebih pasti dan konsisten dari sisi perhitungan ilmiah.

Sebagai panduan praktis, kalender Hijriah 2026 telah tersedia dalam format PDF dari masing-masing rujukan resmi.

Kalender Hijriah 2026 versi Kemenag dapat digunakan untuk kebutuhan administrasi dan kebijakan publik, sementara Kalender Hijriah versi Muhammadiyah banyak dijadikan acuan oleh warga persyarikatan dan lembaga pendidikan di bawah naungannya.

Link download Kalender Hijriah Indonesia 2026 Kemenag PDF

Link download Kalender Hijriah 2026 Muhammadiyah

Kalender Hijriah 2026 Versi Kementerian Agama

Berikut konversi kalender Hijriah 2026 berdasarkan rilis Kementerian Agama yang disusun secara bulanan.

Januari 2026 berlangsung dari 12 Rajab 1447 H hingga 12 Syaban 1447 H.
Februari 2026 dimulai 13 Syaban 1447 H dan berakhir 10 Ramadan 1447 H.
Maret 2026 dari 11 Ramadan 1447 H hingga 11 Syawal 1447 H.
April 2026 dari 12 Syawal 1447 H sampai 12 Zulkaidah 1447 H.
Mei 2026 dari 13 Zulkaidah 1447 H hingga 14 Zulhijah 1447 H.
Juni 2026 dari 15 Zulhijah 1447 H sampai 15 Muharam 1448 H.
Juli 2026 dari 16 Muharam 1448 H hingga 16 Safar 1448 H.
Agustus 2026 dari 17 Safar 1448 H sampai 18 Rabiul Awal 1448 H.
September 2026 dari 19 Rabiul Awal 1448 H hingga 18 Rabiul Akhir 1448 H.
Oktober 2026 dari 19 Rabiul Akhir 1448 H sampai 20 Jumadil Awal 1448 H.
November 2026 dari 21 Jumadil Awal 1448 H hingga 20 Jumadil Akhir 1448 H.
Desember 2026 dari 21 Jumadil Akhir 1448 H sampai 22 Rajab 1448 H.

Kalender Hijriah 2026 Versi Muhammadiyah

Berdasarkan perhitungan Kalender Hijriah Global Tunggal, berikut konversi Hijriah 2026 versi Muhammadiyah.

Januari 2026 dimulai 12 Rajab 1447 H hingga 12 Syaban 1447 H.
Februari 2026 dari 13 Syaban 1447 H sampai 11 Ramadan 1447 H.
Maret 2026 dari 12 Ramadan 1447 H hingga 12 Syawal 1447 H.
April 2026 dari 12 Syawal 1447 H sampai 13 Zulkaidah 1447 H.
Mei 2026 dari 14 Zulkaidah 1447 H hingga 14 Zulhijah 1447 H.
Juni 2026 dari 15 Zulhijah 1447 H sampai 15 Muharam 1448 H.
Juli 2026 dari 16 Muharam 1448 H hingga 17 Safar 1448 H.
Agustus 2026 dari 18 Safar 1448 H sampai 19 Rabiul Awal 1448 H.
September 2026 dari 20 Rabiul Awal 1448 H hingga 19 Rabiul Akhir 1448 H.
Oktober 2026 dari 20 Rabiul Akhir 1448 H sampai 20 Jumadil Awal 1448 H.
November 2026 dari 21 Jumadil Awal 1448 H hingga 21 Jumadil Akhir 1448 H.
Desember 2026 dari 22 Jumadil Akhir 1448 H sampai 22 Rajab 1448 H.

Daftar Hari Besar Islam 2026

Berdasarkan kalender Hijriah versi Kemenag, Isra Mikraj Nabi Muhammad SAW jatuh pada Jumat, 16 Januari 2026. Awal Ramadan diperkirakan Kamis, 19 Februari 2026, dengan Idul Fitri berlangsung pada 21 hingga 22 Maret 2026. Idul Adha jatuh pada Rabu, 27 Mei 2026, diikuti Hari Tasyrik pada 28 hingga 30 Mei 2026. Tahun Baru Islam 1448 H diperingati Selasa, 16 Juni 2026, sedangkan Maulid Nabi Muhammad SAW pada Selasa, 25 Agustus 2026.

Sementara versi Muhammadiyah menetapkan awal Ramadan pada Rabu, 18 Februari 2026, dan Idul Fitri pada Jumat, 20 Maret 2026. Idul Adha jatuh pada Rabu, 27 Mei 2026, Tahun Baru Islam pada Selasa, 16 Juni 2026, serta Maulid Nabi Muhammad SAW pada Selasa, 24 Agustus 2026.

Penutup

Kalender Hijriah 2026 versi Kemenag dan Muhammadiyah sama-sama memiliki legitimasi dan dasar ilmiah yang jelas. Perbedaan yang muncul merupakan hasil ijtihad masing-masing metode penetapan, bukan perbedaan prinsip dalam ajaran Islam.

Dengan memahami kalender Hijriah sejak awal, umat Islam dapat mempersiapkan ibadah dengan lebih matang dan terencana sepanjang tahun 2026.

Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow