Harga Emas Dunia Melonjak hingga Rekor di Atas USD5.000 per Ons pada 26 Januari 2026
Harga spot emas global berdasarkan data awal perdagangan pagi ini mencapai sekitar USD5.049 per ons, meningkat signifikan dari level di bawah USD5.000 beberapa hari sebelumnya. Dalam denominasi gram, harga emas dunia setara mendekati USD162 per gram atau sekitar Rp2,72 juta per gram menurut kurs spot terbaru — angka yang mencerminkan tekanan permintaan kuat pada logam mulia.
Aksi Pasar dan Faktor Pendorong
Kenaikan harga emas dunia hari ini dipicu oleh beberapa faktor yang saling memperkuat:
Ketidakpastian geopolitik dan ekonomi
Meningkatnya ketegangan global dan kekhawatiran terhadap perlambatan ekonomi serta tekanan pada pasar saham mendorong investor beralih ke aset safe haven seperti emas. Lonjakan harga emas ke level tertinggi ini mencerminkan permintaan kuat dari berbagai kelas investor sebagai lindung nilai terhadap risiko pasar.
Permintaan bank sentral dan investor institusional
Data dari pasar menunjukkan adanya pembelian agresif oleh beberapa bank sentral dan aliran masuk ke dalam produk berbasis emas, termasuk ETF, yang semakin memperkuat tekanan permintaan di pasar emas global. Analis pasar memperkirakan tren ini masih dapat berlangsung jika ketidakpastian global terus berlanjut.
Pengaruh kebijakan moneter AS
Ekspektasi penurunan suku bunga oleh Federal Reserve dan langkah-langkah pelonggaran moneter juga menjadi salah satu pendorong utama meningkatnya permintaan emas sebagai aset non-yield. Kenaikan emas ini terjadi bersamaan dengan pelemahan dolar AS dan tekanan pada pasar saham utama AS.
Implikasi Bagi Pasar Global
Lonjakan harga emas dunia ke atas USD5.000 per ons menjadi sorotan utama pelaku pasar dan analis keuangan global karena merupakan pencapaian tertinggi dalam sejarah harga emas. Menurut pakar pasar komoditas, harga yang terus menanjak mencerminkan pergeseran preferensi investor terhadap aset yang dianggap lebih aman di tengah volatilitas pasar keuangan.
Bank sentral dan lembaga keuangan besar diperkirakan akan terus memantau pergerakan harga ini untuk menyesuaikan kebijakan cadangan devisa serta strategi investasi portofolio mereka. Di sektor perbankan dan investasi, harga emas yang tinggi mempengaruhi valuasi instrumen derivatif dan kontrak berjangka emas, serta berdampak pada keputusan hedging di pasar komoditas.
Dampak pada Pasar Lokal
Di Indonesia dan negara-negara konsumen emas lainnya, harga emas batangan seperti Antam dan SJC umumnya mengikuti pergerakan harga dunia setelah memperhitungkan kurs mata uang dan premi pasar. Harga emas lokal diperkirakan akan tetap tinggi dan stabil seiring dengan naiknya acuan harga global, berdampak langsung pada harga jual dan beli di toko emas serta permintaan perhiasan.
Respons Pelaku Pasar
Beberapa analis pasar menilai bahwa kenaikan tajam emas ini bukan sekadar reaksi sementara, tetapi bagian dari tren jangka menengah yang dapat mencapai level di atas USD5.500–USD6.000 per ons apabila risiko ekonomi global terus berlanjut dan bank sentral meningkatkan cadangan emas mereka. Namun, ada juga pandangan yang mengingatkan potensi koreksi harga jangka pendek seiring dengan fluktuasi pasar mata uang dan pergerakan suku bunga global.
Pergerakan Pasar Selanjutnya
Investor pasar komoditas kini mengarahkan perhatian pada keputusan kebijakan moneter utama di minggu-minggu mendatang, termasuk pertemuan bank sentral besar seperti Federal Reserve AS dan Bank Sentral Eropa. Keputusan suku bunga, data inflasi, dan laporan ekonomi makro akan menjadi faktor penentu arah harga emas berikutnya.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow