Menu
Close
oduu

Informasi Berita Terkini dan Terbaru Hari Ini

Abraham Samad Ungkap Presiden Prabowo Terbuka terhadap Kritik dalam Dialog Nasional

Abraham Samad Ungkap Presiden Prabowo Terbuka terhadap Kritik dalam Dialog Nasional

Smallest Font
Largest Font

Menurut Abraham, suasana diskusi berlangsung terbuka, cair, dan memberikan ruang luas bagi setiap peserta untuk menyampaikan pandangan, termasuk kritik tajam terhadap agenda pemberantasan korupsi di Indonesia. Presiden disebut tidak hanya mendengarkan, tetapi juga secara eksplisit mempersilakan kritik disampaikan secara langsung dalam forum tersebut.

Pernyataan ini menjadi sorotan publik karena muncul di tengah perhatian besar terhadap komitmen pemerintah dalam memperbaiki tata kelola pemerintahan dan meningkatkan indeks persepsi korupsi. Sikap Presiden dalam dialog tersebut dinilai mencerminkan pendekatan kepemimpinan yang lebih partisipatif dan inklusif.

Abraham Samad: Presiden Prabowo Tidak Antikritik

Abraham Samad mengungkapkan pengalamannya saat berbicara dalam dialog bersama Presiden Prabowo dan para tokoh masyarakat. Ia menilai Presiden justru menyambut kritik dengan sikap positif.

“Presiden Prabowo sangat terbuka, bahkan terkesan menikmati dialog. Beliau langsung menyampaikan bahwa dirinya tidak antikritik dan mempersilakan peserta menyampaikan pandangan secara jujur,” ujar Abraham dalam program Kompas Petang yang ditayangkan Minggu (1/2/2026).

Menurut Abraham, suasana keterbukaan itu membuat diskusi berlangsung cukup lama. Banyak peserta memanfaatkan waktu secara maksimal untuk menyampaikan pandangan, kritik, maupun rekomendasi kebijakan, termasuk dirinya sendiri.

Dialog Panjang Bahas Indeks Persepsi Korupsi

Salah satu topik utama yang dibahas dalam pertemuan tersebut adalah upaya meningkatkan Indeks Persepsi Korupsi (IPK) Indonesia, yang selama ini menjadi indikator penting dalam menilai kualitas tata kelola pemerintahan dan penegakan hukum.

Abraham menyampaikan bahwa berbagai masukan diberikan kepada Presiden, mulai dari penguatan lembaga penegak hukum, konsistensi kebijakan antikorupsi, hingga pentingnya kepemimpinan yang memberi teladan.

Dalam konteks ini, keterbukaan Presiden terhadap kritik dinilai sebagai modal penting untuk memperbaiki persepsi publik dan internasional terhadap keseriusan Indonesia dalam memerangi korupsi.

Istana: Presiden Konsisten Terbuka terhadap Kritik

Pernyataan Abraham Samad terkait sikap Presiden Prabowo turut dibenarkan oleh Kepala Staf Kepresidenan Republik Indonesia, Muhammad Qodari. Ia menegaskan bahwa keterbukaan terhadap dialog dan kritik memang menjadi bagian dari pendekatan Presiden sejak awal.

Menurut Qodari, Presiden secara konsisten membuka ruang diskusi dengan berbagai kalangan, baik tokoh masyarakat, akademisi, aktivis, maupun praktisi.

“Intinya Presiden sangat terbuka untuk dialog dan mendengarkan kritik serta masukan dari berbagai kalangan, seperti yang sudah dialami langsung oleh Bang Samad dan peserta pertemuan lainnya,” jelas Qodari.

Pendekatan Dialog sebagai Strategi Kepemimpinan

Pengamat menilai, sikap terbuka terhadap kritik mencerminkan strategi kepemimpinan yang menekankan komunikasi dua arah. Dalam konteks pemerintahan, pendekatan ini dianggap penting untuk menjaga kepercayaan publik sekaligus memastikan kebijakan yang diambil memiliki landasan masukan yang beragam.

Keterlibatan tokoh-tokoh dengan latar belakang berbeda dalam dialog bersama Presiden juga dipandang sebagai upaya memperkaya perspektif pemerintah dalam merespons persoalan kompleks, termasuk pemberantasan korupsi yang membutuhkan sinergi banyak pihak.

Implikasi terhadap Kepercayaan Publik

Keterbukaan Presiden Prabowo terhadap kritik dinilai berpotensi berdampak positif terhadap kepercayaan publik. Sikap ini dapat mengurangi jarak antara pemerintah dan masyarakat sipil, sekaligus memperkuat legitimasi kebijakan yang dihasilkan melalui proses dialog.

Dalam konteks pemberantasan korupsi, kepercayaan publik menjadi faktor krusial. Partisipasi dan dukungan masyarakat akan lebih mudah terbangun ketika pemerintah menunjukkan sikap terbuka, transparan, dan siap dikritik.

Komitmen Terhadap Tata Kelola Pemerintahan

Pemerintah menegaskan komitmen untuk terus meningkatkan kualitas tata kelola pemerintahan, termasuk memperbaiki persepsi internasional terhadap upaya antikorupsi di Indonesia. Dialog terbuka dengan tokoh masyarakat dinilai sebagai bagian dari proses evaluasi dan perbaikan berkelanjutan.

Ke depan, pendekatan ini diharapkan tidak berhenti pada forum dialog semata, tetapi juga diterjemahkan ke dalam kebijakan konkret yang dapat dirasakan dampaknya oleh masyarakat luas.

Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow