Teks Khutbah Jumat 16 Januari 2026: Doa dan Amalan Menyambut Bulan Syaban
Syaban sering kali luput dari perhatian karena berada di antara dua bulan besar, Rajab dan Ramadan. Padahal, dalam berbagai riwayat disebutkan bahwa pada bulan inilah amalan manusia diangkat kepada Allah SWT. Karena itu, khutbah ini relevan sebagai ajakan untuk memperbaiki kualitas ibadah sejak dini.
Bagi para khatib, khutbah Jumat 16 Januari 2026 dapat dijadikan referensi resmi dan lengkap, karena memuat dalil Al-Qur’an, hadis, doa, serta amalan yang bersumber dari ajaran Rasulullah SAW dan disesuaikan dengan konteks umat Islam di Indonesia.
Khutbah Pertama
اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ الَّذِيْ أَنْعَمَنَا بِنِعْمَةِ الْإِيْمَانِ وَالْإِسْلَامِ. وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلٰى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ خَيْرِ الْأَنَامِ، وَعَلٰى اٰلِهِ وَأَصْحَابِهِ الْكِرَامِ. أَشْهَدُ أَنْ لَا اِلٰهَ اِلَّا اللهُ الْمَلِكُ الْقُدُّوْسُ السَّلَامُ وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا وَحَبِيْبَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ صَاحِبُ الشَّرَفِ وَالْإِحْتِرَامِ. أَمَّا بَعْدُ
أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللهِ فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُوْنَ. اِتَّقُوْ اللهَ، وَاعْمَلُوا الصَّالِحَاتِ وَاجْتَنِبُوا الْمُنْكَرَاتِ وَاذْكُرُوا اللهَ فِي أَيَّامٍ مَعْلُوْمَاتٍ وَاشْكُرُوْا لِلّٰهِ الَّذِيْ بِنِعْمَتِهِ تَتِمُّ الصَّالِحَاتُ،
قَالَ اللهُ تَعَالَى: اِنَّ اللّٰهَ وَمَلٰۤىِٕكَتَهٗ يُصَلُّوْنَ عَلَى النَّبِيِّۗ يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا
Hadirin jamaah Jumat Rahimakumullah…..
Segala puji bagi Allah Swt. yang telah melimpahkan berbagai macam kenikmatan, nikmat Islam, iman, hingga kesehatan, sehingga hari ini dapat memenuhi panggilan-Nya dan semoga senantiasa selalu menjauhi segala larangan-Nya.
Mari kita meningkatkan ketakwaan kepada Allah Subhanahu wa ta’ala dengan sebenar-benar takwa, yakni melaksanakan segala perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya. Karena takwa adalah sebaik-baik bekal yang akan kita bawa menghadap-Nya kelak.
Salawat serta salam semoga senantiasa tercurah kepada junjungan Nabi Muhammad saw, juga para keluarga, sahabat, serta kepada kita selaku umatnya. Aamiin ya Rabbal’alamin.
Jemaah yang berbahagia…..
Khatib ingin mengajak bersama-sama untuk merenungi sebuah topik yang sangat penting, yaitu doa dan amalan bulan Syaban. Dalam hitungan hari, kita akan memasuki Bulan Syaban. Syaban adalah gerbang menuju Ramadhan.
Syaban adalah bulan ketika manusia sering lalai, karena letaknya yang diapit oleh dua bulan besar, yaitu Rajab dan Ramadhan.
Pada bulan Syaban, Allah menurutnkan salah satu ayat Al-Qur’an yang berisi anjuran salawat kepada Nabi Muhammad. Ayat tersebut ialah Surah Al-Ahzab Ayat 56 yang berbunyi:
اِنَّ اللّٰهَ وَمَلٰۤىِٕكَتَهٗ يُصَلُّوْنَ عَلَى النَّبِيِّۗ يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰmَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا ٥٦
Kemudian, umat Muslim dianjurkan untuk memperbanyak doa dan amalan di bulan Syaban, seperti puasa sunah, salat malam, membaca Al-Qur’an, dan memperbanyak dzikir serta istighfar.
Sebagaimana diriwayatkan Imam Ahmad dalam kitab Musnad Ahmad, ketika melihat hilal bulan Rajab. Nabi Muhammad saw memiliki doa khusus yang dibaca. Doa tersebut juga dapat dibaca untuk menghidupi bulan Syaban. Nabi berdoa sebagai berikut:
اللَّهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِيْ رَجَبَ وَشَعْبَانَ وَبَلِّغْنَا رَمَضَانَ
Yang artinya: “Ya Allah berkahilah kami di bulan Rajab dan Sya’ban dan pertemukanlah kami dengan bulan Ramadhan.”
Jamaah salat Jumat yang dirahmati Allah….
Selain doa tersebut, umat Islam juga dianjurkan melaksanakan puasa sunah selama bulan Syaban. Puasa sunah terdiri dari puasa Senin Kamis maupun puasa Ayyamul Bidh yang dikerjakan pada 13, 14, dan 15 Syaban. Amalan ini juga dicontohkan Nabi semasa hidup.
Nabi melakukan puasa sunah di bulan Syaban karena amalan umat manusia diangkat dan diperlihatkan kepada Allah di malam Nisfu Syaban. Sehingga kondisi terbaik untuk menjalani proses pemeriksaan amal adalah dengan beribadah melalui puasa sunah.
Hal ini diriwayatkan dalam hadis Imam Ahmad yang berbunyi:
ذَاكَ شَهْرٌ يَغْفُلُ النَّاسُ عَنْهُ بَيْنَ رَجَبٍ وَرَمَضَانَ وَهُوَ شَهْرٌ يُرْفَعُ فِيهِ الْأَعْمَالُ إِلَى رَبِّ الْعَالَمِينَ فَأُحِبُّ أَنْ يُرْفَعَ عَمَلِي وَأَنَا صَائِمٌ
“Itulah bulan yang orang-orang banyak yang lalai antara bulan Rajab dan Ramadhan, yaitu bulan ditampakkannya amalan-amalan, dan aku suka ketika amalanku diperlihatkan dihadapan Rabbku, sedangkan aku dalam keadaan berpuasa,” (HR Ahmad).
Hadirin yang berbahagia……
Dalam bulan Syaban, terdapat malam yang istimewa yang disebut dengan malam Malam Nisfu Syaban atau malam ke-15 bulan Syaban.
Dalam Islam, malam Nisfu Syaban merupakan malam yang utama karena Allah Swt. membuka pintu ampunan (magfirah) di waktu tersebut untuk berbagai jenis dosa kecuali musyrik.
Menurut kalender yang diterbitkan Kemenag, malam Nisfu Syaban jatuh pada Senin, 2 Februari 2026, di mulai malam hari setelah salat Magrib. Pada momen tersebut, umat Islam dianjurkan untuk memperbanyak doa, dzikir, dan membaca istigfar.
Syaban merupakan bulan diangkatnya catatan amal tahunan manusia kepada Allah Swt. Sebab itu, umat Islam mengisi bulan Syaban dengan berbagai amalan ibadah dan amal saleh lainnya.
Selanjutnya, malam Nisfu Syaban juga menjadi penanda bagi umat Islam bahwa bulan suci Ramadan tinggal kurang lebih 15 hari lagi. Maka, umat Islam dapat mempersiapkan diri menyambut bulan Ramadan baik secara fisik maupun spiritual.
Nisfu Syaban juga menjadi pengingat bagi umat Islam untuk segera menunaikan qadha puasa yang ditinggalkan. Dengan memahami doa dan amalan bulan Syaban, semoga kita semua semakin dekat dengan Allah.
بَارَكَ اللَّهُ لِي وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيمِ، وَنَفَعَنِي وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيهِ مِنَ الْآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيمِ. أَقُولُ قَوْلِي هَذَا، وَأَسْتَغْفِرُ اللَّهَ الْعَظِيمَ لِي وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ الْمُسْلِمِينَ، فَاسْتَغْفِرُوهُ، إِنَّهُ هُوَ الْغَفُورُ الرَّحِيمُ.
Khutbah Kedua
بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِيْ الْقُرْأَنِ الْكَرِيْمِ، وَنَفَعَنِيْ وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ الْأَيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ، وَتَقَبَّلَ اللهُ مِنِّيْ وَمِنْكُمْ تِلاَوَتَهُ إِنَّهُ هُوَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمِ، وَاسْتَغْفِرُوْهُ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْ جَحَدَ بِهِ وَكَفَرَ وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ سَيِّدُ الخَلاَئِقِ وَالبَشَرِ. اَللَّهُمُّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى اَلِهِ وَصَحْبِهِ مَا اتَّصَلَتْ عَيْنٌ بِنَظَرٍ وَاُذُنٌ بِخَبَرٍ , أَمَّا بَعْدُ:
فَيَاعِبادَ الله إِتَّقُوْا اللهَ تَعَالَى وَذَرُوْا الفَوَاخِشَ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بطَنَ وَحَافِظُوْا عَلَى الطَّاعَةِ وَخُضُوْرِ الجُمُعَةِ وَالجَمَاعَةِ وَاعْلَمُوا أَنَّ اللهَ أَمَرَكُمْ بِأَمْرٍ بَدَأَ فِيْهِ بِنَفْسِهِ وَثَنَّى بِمَلاَئِكَةِ المُسَبِّحَةِ بِقُدْسِهِ، فَقَالَ العَالَمِينَ رَبَّنَا آَتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآَخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ عِبادَ الله
إِنَّ اللهَ يَأمُرُ بِالعَدْلِ وَالْإِحْسَانِ وَإِيْتَاءِ ذِى القُربَى وَيَنْهَى عَنِ الفَخْشَاءِ وَالمُنْكَرِ وَالبَغْيِ يَعِظُكُم لَعَلَّكُم تَذَكَّرُوْنَ, فَاذْكُرُوْا اللهَ العَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ اشْكُرُوْهُ عَلَى نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ وَاسْأَلُوْهُ مِنْ فَضْلِهِ يُعْطِكُمْ وَلَذِكْرُ اللهِ أَكبَرُ
تَعَالىَ وَلَمْ يَزَلْ قَائِلاً عَلِيْمًا إِنَّ اللهَ وَمَلاَئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلَى النَّبِيِّ يَااَيَّهَا الَّذِيْنَ أَمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وِسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا.
اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيمَ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيمَ، وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيمَ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيمَ، فِى الْعَالَمِينَ إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ.
اَللّٰهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ. اَللّٰهُمَّ ادْفَعْ عَنَّا الْغَلَاءَ وَالْوَبَاءَ وَالطَّاعُوْنَ وَالْاَمْرَاضَ وَالْفِتَنَ مَا لَا يَدْفَعُهُ غَيْرُكَ عَنْ بَلَدِنَا هٰذَا اِنْدُوْنِيْسِيَّا خَاصَّةً وَعَنْ سَائِرِ بِلَادِ الْمُسْلِمِيْنَ عَامَّةً يَا رَبَّ الْعَالَمِيْنَ.
رَبَّنَا اٰتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَ فِي الْاٰخِرَةِ حَسَنَةً وَ قِنَا عَذَابَ النَّارِ
عِبَادَ اللهِ اِنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْاِحْسَانِ وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ. يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ. فَاذْكُرُوا اللهَ الْعَظِ يْمَ يَذْكُرْكُمْ. وَ اشْكُرُوْهُ عَلٰى نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ. وَلَذِكْرُ اللهِ اَكْبَرُ
Makna Bulan Syaban dalam Islam
Syaban adalah bulan kedelapan dalam kalender Hijriah. Menurut kalender resmi yang diterbitkan Kementerian Agama, 1 Syaban 1447 H jatuh pada Selasa, 20 Januari 2026.
Syaban memiliki nilai sejarah penting, salah satunya peristiwa pengalihan arah kiblat dari Masjidil Aqsha ke Ka’bah. Selain itu, bulan ini menjadi masa persiapan menghadapi Ramadan, baik dari sisi fisik maupun spiritual.
Dalil Al-Qur’an tentang Keutamaan Syaban
Pada bulan Syaban, Allah SWT menurunkan ayat yang menganjurkan umat Islam untuk bersalawat kepada Nabi Muhammad SAW, sebagaimana firman-Nya dalam Surah Al-Ahzab ayat 56 berikut ini:
اِنَّ اللّٰهَ وَمَلٰۤىِٕكَتَهٗ يُصَلُّوْنَ عَلَى النَّبِيِّۗ يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا ٥٦
Ayat ini menjadi dasar kuat anjuran memperbanyak salawat, terutama ketika memasuki bulan Syaban sebagai bentuk cinta dan penghormatan kepada Rasulullah SAW.
Doa Rasulullah Menyambut Syaban
Dalam riwayat Imam Ahmad, Rasulullah SAW membaca doa khusus ketika memasuki bulan Rajab yang juga diamalkan saat menyambut Syaban. Doa tersebut berbunyi:
اللَّهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِيْ رَجَبَ وَشَعْبَانَ وَبَلِّغْنَا رَمَضَانَ
Doa ini mencerminkan harapan agar umat Islam diberi keberkahan umur dan kesempatan untuk bertemu bulan Ramadan dalam kondisi terbaik.
Puasa Sunah di Bulan Syaban
Rasulullah SAW dikenal memperbanyak puasa sunah di bulan Syaban. Hal ini sebagaimana diriwayatkan dalam hadis berikut:
ذَاكَ شَهْرٌ يَغْفُلُ النَّاسُ عَنْهُ بَيْنَ رَجَبٍ وَرَمَضَانَ وَهُوَ شَهْرٌ يُرْفَعُ فِيهِ الْأَعْمَالُ إِلَى رَبِّ الْعَالَمِينَ فَأُحِبُّ أَنْ يُرْفَعَ عَمَلِي وَأَنَا صَائِمٌ
Hadis ini menegaskan bahwa Syaban adalah bulan diangkatnya amalan, sehingga Rasulullah SAW mencintai keadaan berpuasa ketika amalnya diperlihatkan kepada Allah SWT.
Malam Nisfu Syaban dan Keutamaannya
Di bulan Syaban terdapat malam istimewa yang disebut malam Nisfu Syaban, yaitu malam pertengahan bulan. Berdasarkan kalender Kemenag, malam Nisfu Syaban 2026 jatuh pada Senin malam, 2 Februari 2026, dimulai setelah salat Magrib.
Pada malam ini, umat Islam dianjurkan memperbanyak doa, dzikir, istighfar, dan amal kebaikan sebagai bentuk permohonan ampunan dan persiapan menjelang Ramadan.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow