Menu
Close
oduu

Informasi Berita Terkini dan Terbaru Hari Ini

Naskah Khutbah Jumat 9 Januari 2026: Belajar Keteguhan Iman Abu Bakar dari Peristiwa Isra Mi’raj

Naskah Khutbah Jumat 9 Januari 2026: Belajar Keteguhan Iman Abu Bakar dari Peristiwa Isra Mi’raj

Smallest Font
Largest Font

Ketika kisah Isra Mi’raj disampaikan kepada masyarakat Makkah, banyak pihak yang meragukan bahkan menolak kebenarannya. Sebagian umat Islam yang imannya belum kokoh ikut terguncang. Namun di tengah situasi itu, tampil sosok Abu Bakar Ash Shiddiq dengan keyakinan yang teguh, membenarkan apa pun yang disampaikan oleh Rasulullah SAW tanpa sedikit pun keraguan.

Sikap Abu Bakar tersebut menjadi pelajaran penting sepanjang masa. Iman tidak selalu berdiri di atas logika manusia. Ia bertumpu pada keyakinan penuh terhadap wahyu dan kebenaran yang datang dari Allah SWT dan Rasul-Nya. Berikut ini naskah khutbah Jumat 9 Januari 2026 dengan struktur dan redaksi yang dapat digunakan oleh para khatib.

Khutbah Pertama

اَلْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي أَسْرَىٰ بِعَبْدِهِ لَيْلًا مِنَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ إِلَى الْمَسْجِدِ الْأَقْصَى الَّذِي بَارَكْنَا حَوْلَهُ لِنُرِيَهُ مِنْ آيَاتِنَا ۚ إِنَّهُ هُوَ السَّمِيعُ الْبَصِيرُ

أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، الْمَلِكُ الْحَقُّ الْمُبِينُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ، الصَّادِقُ الْأَمِينُ

اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَالتَّابِعِينَ لَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّينِ

أَمَّا بَعْدُ، فَيَا أَيُّهَا الْحَاضِرُونَ اتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ

Jamaah Jumat rahimakumullah,

Marilah kita panjatkan puji dan syukur ke hadirat Allah SWT atas segala nikmat-Nya. Nikmat iman, Islam, kesehatan, dan kesempatan sehingga pada hari ini kita dapat menunaikan ibadah salat Jumat berjamaah.

Shalawat serta salam semoga senantiasa tercurah kepada junjungan kita Nabi Muhammad SAW, beserta keluarga, sahabat, dan seluruh pengikutnya hingga akhir zaman. Sebagai wujud syukur, marilah kita tingkatkan ketakwaan dengan menjalankan perintah Allah dan menjauhi larangan-Nya.

Jamaah Jumat rahimakumullah,

Bulan Rajab yang sedang kita lalui ini mengingatkan kita pada peristiwa agung Isra Mi’raj. Perjalanan Rasulullah SAW dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsha, lalu naik ke langit hingga Sidratul Muntaha, merupakan bukti kekuasaan Allah SWT yang tidak terbatas oleh ruang dan waktu.

Peristiwa ini terjadi setelah Rasulullah SAW menghadapi masa-masa paling berat dalam hidupnya, wafatnya Abu Thalib dan Khadijah RA. Isra Mi’raj menjadi penghibur, penguat, sekaligus penegasan bahwa pertolongan Allah selalu datang pada waktu yang tepat.

Allah SWT mengabadikan peristiwa ini dalam Al-Qur’an Surah Al-Isra ayat 1:

سُبْحَانَ الَّذِي أَسْرَىٰ بِعَبْدِهِ لَيْلًا مِنَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ إِلَى الْمَسْجِدِ الْأَقْصَى الَّذِي بَارَكْنَا حَوْلَهُ لِنُرِيَهُ مِنْ آيَاتِنَا ۚ إِنَّهُ هُوَ السَّمِيعُ الْبَصِيرُ

Artinya: “Maha Suci Allah, yang telah memperjalankan hamba-Nya pada suatu malam dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsha yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian dari tanda-tanda kebesaran Kami.”

Khutbah Kedua

اَلْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي أَمَرَنَا بِالْعَدْلِ وَالْإِحْسَانِ، وَنَهَانَا عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ

أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ

اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ أَجْمَعِينَ

Jamaah Jumat rahimakumullah,

Dari peristiwa Isra Mi’raj, kita belajar bahwa iman sejati tidak selalu menunggu pembenaran logika. Ketika wahyu Allah dan sabda Rasulullah SAW telah jelas, maka kewajiban seorang mukmin adalah menerima, meyakini, dan mengamalkannya.

Abu Bakar Ash Shiddiq mengajarkan kepada kita arti iman yang sesungguhnya. Ia tidak mempertanyakan jarak, waktu, atau kemungkinan secara nalar manusia. Baginya, kejujuran Rasulullah SAW adalah jaminan kebenaran itu sendiri.

Sikap ini sangat relevan dalam kehidupan kita hari ini. Banyak orang yang mulai meragukan ajaran agama karena tidak sesuai dengan logika atau kepentingan duniawi. Padahal, logika manusia memiliki batas, sementara ilmu dan kekuasaan Allah SWT tidak terbatas.

Jamaah Jumat rahimakumullah,

Marilah kita jadikan salat lima waktu sebagai bukti keimanan kita, sebagaimana salat merupakan hadiah terbesar dalam peristiwa Isra Mi’raj. Salat bukan sekadar kewajiban, tetapi sarana menjaga hubungan antara hamba dan Rabb-nya di tengah kesibukan dunia.

Mari kita perbanyak doa, memohon kepada Allah SWT agar diberikan iman yang kokoh seperti Abu Bakar Ash Shiddiq, hati yang istiqamah, serta kekuatan untuk tetap berada di jalan yang lurus hingga akhir hayat.

اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ، وَالْمُسْلِمِينَ وَالْمُسْلِمَاتِ، اَلْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ

اَللَّهُمَّ أَصْلِحْ لَنَا دِينَنَا الَّذِي هُوَ عِصْمَةُ أَمْرِنَا، وَأَصْلِحْ لَنَا دُنْيَانَا الَّتِي فِيهَا مَعَاشُنَا، وَأَصْلِحْ لَنَا آخِرَتَنَا الَّتِي فِيهَا مَعَادُنَا

رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً، وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً، وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ

إِنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْإِحْسَانِ وَإِيتَاءِ ذِي الْقُرْبَى، وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ

فَاذْكُرُوا اللهَ الْعَظِيمَ يَذْكُرْكُمْ، وَاشْكُرُوهُ عَلَى نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ، وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرُ

Makna Besar Isra Mi’raj dalam Bulan Rajab

Perjalanan Spiritual Rasulullah SAW

Isra Mi’raj adalah perjalanan luar biasa Rasulullah SAW yang terjadi dalam satu malam. Dari Masjidil Haram di Makkah, Nabi Muhammad SAW diperjalankan ke Masjidil Aqsha di Palestina (Isra), lalu dinaikkan ke langit hingga Sidratul Muntaha (Mi’raj) untuk menerima perintah langsung dari Allah SWT, termasuk kewajiban salat lima waktu.

Peristiwa agung ini diabadikan Allah SWT dalam Al-Qur’an Surat Al-Isra ayat 1. Ayat tersebut menegaskan bahwa Isra Mi’raj bukan dongeng, melainkan tanda kekuasaan Allah yang berada di luar batas logika manusia.

Konteks Sejarah: Ujian di Masa Sulit

Isra Mi’raj terjadi setelah Rasulullah SAW melewati masa yang sangat berat, dikenal sebagai ‘Aamul Huzni atau tahun kesedihan. Pada periode itu, beliau kehilangan dua sosok penting: Abu Thalib, paman yang selama ini melindungi dakwahnya, dan Khadijah RA, istri tercinta sekaligus pendukung utama perjuangan Rasulullah SAW.

Dalam kondisi tekanan mental dan sosial seperti itulah, Allah SWT menghadirkan Isra Mi’raj sebagai penghibur, penguat, sekaligus penegasan misi kenabian.

Reaksi Masyarakat Saat Isra Mi’raj Terjadi

Penolakan dan Keraguan

Ketika Rasulullah SAW menceritakan peristiwa Isra Mi’raj kepada penduduk Makkah, respons yang muncul justru penolakan. Kaum musyrikin menjadikan kisah ini sebagai bahan ejekan. Bahkan, sebagian umat Islam yang imannya belum kuat ikut ragu, hingga ada yang memilih murtad karena tidak mampu menerima peristiwa tersebut secara logika.

Situasi ini menunjukkan bahwa keimanan memang tidak selalu sejalan dengan rasio. Ada kalanya, iman menuntut kepasrahan total kepada kebenaran yang datang dari Allah dan Rasul-Nya.

Keteguhan Abu Bakar Ash Shiddiq

Di tengah badai keraguan itu, Abu Bakar Ash Shiddiq tampil dengan sikap yang tegas dan menenangkan. Ketika mendengar kabar Isra Mi’raj, beliau berkata kurang lebih, “Jika Muhammad yang mengatakannya, maka sungguh itu benar.” Sikap inilah yang kemudian menjadi titik balik bagi umat Islam yang sempat goyah.

Karena ketulusannya membenarkan Rasulullah SAW tanpa ragu, Abu Bakar mendapatkan gelar Ash Shiddiq, yang berarti orang yang sangat jujur dan selalu membenarkan kebenaran.

Khutbah Jumat: Meneladani Iman Abu Bakar

Hakikat Iman dalam Islam

Jamaah Jumat rahimakumullah, iman dalam Islam bukan sekadar hasil penalaran akal. Iman adalah keyakinan yang tertanam kuat di dalam hati, dibenarkan dengan lisan, dan dibuktikan melalui perbuatan. Akal memiliki peran penting, tetapi ia tetap terbatas.

Banyak penyimpangan pemikiran muncul ketika manusia menempatkan logika di atas wahyu. Padahal, tidak semua kehendak Allah SWT bisa dijangkau oleh akal manusia yang serba terbatas.

Abu Bakar sebagai Teladan Utama

Abu Bakar Ash Shiddiq menjadi contoh nyata bagaimana iman seharusnya berfungsi. Ia tidak menimbang kebenaran Isra Mi’raj dengan ukuran jarak, waktu, atau teknologi. Yang menjadi pijakan utamanya adalah kejujuran dan kemaksuman Rasulullah SAW sebagai utusan Allah.

Dalam sebuah hadis riwayat Imam Bukhari, para sahabat mengakui bahwa Abu Bakar adalah manusia terbaik setelah Rasulullah SAW, disusul Umar bin Khattab dan Utsman bin Affan. Pengakuan ini menunjukkan betapa tingginya kualitas iman dan akhlak Abu Bakar di mata para sahabat.

Relevansi Isra Mi’raj di Zaman Sekarang

Tantangan Iman di Era Modern

Di era digital dan sains modern, umat Islam dihadapkan pada berbagai pemikiran rasionalistik yang kadang mengikis keyakinan. Segala sesuatu diukur dengan logika, data, dan pembuktian empiris. Akibatnya, ajaran agama sering dipertanyakan jika dianggap tidak sesuai dengan nalar manusia.

Isra Mi’raj mengajarkan bahwa ada dimensi kehidupan yang melampaui pemahaman akal. Di sinilah iman berperan sebagai pondasi spiritual yang kokoh.

Pesan Moral untuk Kehidupan Sehari-hari

Dari peristiwa ini, jamaah diingatkan untuk tidak mudah ragu terhadap ajaran Islam hanya karena terasa berat atau sulit dipahami. Salat lima waktu, sebagai hadiah utama Isra Mi’raj, menjadi bukti bahwa ibadah adalah sarana menguatkan hubungan manusia dengan Allah SWT di tengah kesibukan dunia.

Penutup: Memperkuat Iman Menyambut Masa Depan

Jamaah Jumat rahimakumullah, naskah khutbah Jumat 9 Januari 2026 ini mengajak kita semua untuk bercermin pada keteguhan iman Abu Bakar Ash Shiddiq. Ketika akal tak mampu menjangkau kehendak Allah, imanlah yang menjadi pegangan utama.

Semoga Allah SWT senantiasa memberikan hidayah dan taufik kepada kita semua, menguatkan iman di tengah berbagai ujian zaman, serta menempatkan kita bersama orang-orang yang jujur dan membenarkan kebenaran di sisi-Nya. Amin ya Rabbal ‘alamin.

Editors Team
Daisy Floren
Daisy Floren
Haryanto Author

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow