Niat Sholat Sunnah 27 Rajab: Dalil, Hukum, Waktu, dan Tata Cara Lengkap
Namun, di balik antusiasme tersebut, muncul pertanyaan penting: apakah sholat sunnah khusus malam 27 Rajab memiliki dasar yang kuat dalam Al-Qur’an dan hadis shahih? Atau justru hanya tradisi yang berkembang di tengah umat tanpa landasan syariat yang jelas?
Artikel ini membahas secara utuh dan netral seputar niat sholat sunnah 27 Rajab, mulai dari dalil yang sering dijadikan rujukan, pandangan ulama tentang hukumnya, waktu pelaksanaan, hingga tata cara dan doa yang biasa diamalkan. Penjelasan disusun dengan pendekatan jurnalistik dan rujukan literatur klasik agar mudah dipahami sekaligus tetap kredibel.
Dalil yang Sering Dijadikan Dasar Sholat Malam 27 Rajab
Pembahasan mengenai sholat malam 27 Rajab kerap merujuk pada keterangan dalam kitab Ihya Ulumuddin karya Imam Al-Ghazali. Dalam kitab tersebut, disebutkan sebuah riwayat yang menyatakan bahwa siapa pun yang mengerjakan amal kebaikan pada malam 27 Rajab akan mendapatkan pahala besar, bahkan diibaratkan kebaikan selama seratus tahun.
Riwayat ini kemudian dipahami oleh sebagian umat sebagai dorongan untuk menghidupkan malam 27 Rajab dengan ibadah, termasuk sholat sunnah. Namun penting dicatat, riwayat tersebut tidak bersumber dari Al-Qur’an maupun hadis shahih yang secara tegas menyebutkan keutamaan sholat khusus pada malam tersebut.
Sejumlah peneliti hadis dan ulama kontemporer juga menjelaskan bahwa tidak ditemukan hadis shahih yang secara spesifik memerintahkan atau mencontohkan sholat malam khusus pada tanggal 27 Rajab. Artinya, dalil yang ada lebih bersifat atsar dan pendapat ulama, bukan nash yang kuat dari Rasulullah SAW.
Hukum Sholat Sunnah Malam 27 Rajab Menurut Ulama
Pandangan yang Menilai Tidak Ada Dasar Syariat Khusus
Dalam literatur fikih, terdapat pandangan tegas dari sebagian ulama yang menyatakan bahwa sholat malam 27 Rajab dengan keyakinan sebagai amalan khusus tidak memiliki dasar hadis yang kuat. Pendapat ini antara lain dinukil dalam buku Bid’ah-Bid’ah yang Dianggap Sunnah karya Muhammad Abdus Salam Khadr asy-Syaqiry.
Pendapat serupa juga dinyatakan oleh Ibnu Taimiyah, yang menegaskan bahwa pengkhususan sholat pada malam 27 Rajab tidak disyariatkan dan tidak pernah dicontohkan oleh Nabi maupun para sahabat. Menurutnya, menjadikan sholat tersebut sebagai amalan khusus dengan keutamaan tertentu termasuk perkara bid’ah jika diyakini sebagai sunnah.
Pandangan Ulama yang Membolehkan dengan Catatan
Di sisi lain, sebagian ulama mengambil posisi yang lebih moderat. Mereka berpendapat bahwa sholat pada malam 27 Rajab tetap boleh dilakukan, asalkan diniatkan sebagai sholat sunnah mutlak, bukan sholat sunnah khusus yang diyakini memiliki keutamaan tertentu.
Dengan kata lain, umat Islam dibolehkan melaksanakan sholat malam pada tanggal tersebut sebagaimana sholat sunnah malam lainnya, tanpa keyakinan bahwa 27 Rajab memiliki keutamaan syariat yang pasti dalam hal sholat tertentu. Pendekatan ini sering dianggap sebagai jalan tengah agar umat tetap beribadah tanpa terjatuh pada keyakinan yang tidak berdasar.
Waktu Pelaksanaan Sholat Malam 27 Rajab 1447 H
Berdasarkan Kalender Hijriah Indonesia yang diterbitkan oleh Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama RI, tanggal 27 Rajab 1447 Hijriah bertepatan dengan hari Jumat, 16 Januari 2026.
Dengan demikian, malam 27 Rajab dimulai sejak Kamis malam, 15 Januari 2026, setelah terbenamnya matahari atau masuk waktu Maghrib dan Isya. Pada rentang waktu inilah umat Islam yang ingin menghidupkan malam tersebut dapat melaksanakan sholat sunnah, dzikir, atau ibadah lainnya.
Niat Sholat Sunnah 27 Rajab
Seperti ibadah lainnya, niat menjadi bagian penting sebelum melaksanakan sholat. Berikut bacaan niat sholat sunnah 27 Rajab yang umum dibaca oleh sebagian umat Islam:
اُصَلِّي سُنَّةً رَجَبِ رَكْعَتَيْنِ لِلَّهِ تَعَالَى
Arab latin: Ushallii sunnata rajaban rak‘ataini lillahi ta‘ala.
Artinya: “Aku niat sholat sunnah Rajab dua rakaat karena Allah Ta‘ala.”
Perlu dipahami, niat ini bersifat lisan untuk membantu menghadirkan kesadaran dalam hati. Inti niat sesungguhnya tetap terletak di dalam hati, bukan pada lafaz semata.
Tata Cara Sholat Malam 27 Rajab
Dalam sebagian kitab klasik, malam 27 Rajab dianjurkan untuk dihidupkan dengan sholat sunnah sebanyak 12 rakaat. Sholat ini dilaksanakan dengan pola dua rakaat satu salam, sehingga total dilakukan enam kali salam.
Secara umum, tata caranya tidak berbeda dengan sholat sunnah lainnya. Adapun langkah-langkahnya sebagai berikut:
- Membaca niat sholat sunnah
- Takbiratul ihram
- Membaca Al-Fatihah
- Membaca surat dari Al-Qur’an
- Rukuk
- I’tidal
- Sujud pertama
- Duduk di antara dua sujud
- Sujud kedua
- Berdiri untuk rakaat kedua dengan urutan yang sama
- Tasyahud akhir
- Salam
Rangkaian ini diulang hingga mencapai 12 rakaat. Setelah selesai sholat, sebagian ulama menganjurkan untuk memperbanyak sholawat dan istighfar sebagai bentuk penutup ibadah malam.
Dzikir Setelah Sholat Malam 27 Rajab
Usai sholat, umat Islam dianjurkan memperbanyak dzikir dan doa. Bacaan yang sering diamalkan antara lain:
Dzikir kalimat thayyibah (100 kali):
سُبْحَانَ اللَّهِ وَالْحَمْدُ لِلَّهِ وَلاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَاللَّهُ أَكْبَرُ
Artinya: “Maha Suci Allah, segala puji bagi Allah, tidak ada tuhan selain Allah, dan Allah Maha Besar.”
Istighfar (100 kali):
اَسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيْمَ
Artinya: “Aku memohon ampun kepada Allah Yang Maha Agung.”
Sholawat kepada Nabi SAW (100 kali):
صَلَّى اللهُ عَلَى مُحَمَّد
Artinya: “Ya Allah, limpahkanlah rahmat kepada Nabi Muhammad.”
Doa Malam 27 Rajab
Sebagian umat juga membaca doa khusus yang dinukil dalam kitab kumpulan doa, dengan harapan mendapatkan kebaikan dunia dan akhirat. Doa ini umumnya berisi permohonan rahmat, ampunan, dan dikabulkannya hajat, serta pengharapan akan keberkahan malam Isra Miraj.
Penutup
Tradisi menghidupkan malam 27 Rajab dengan ibadah pada dasarnya berangkat dari semangat mendekatkan diri kepada Allah SWT. Meski demikian, penting bagi umat Islam untuk memahami batasan syariat, agar ibadah yang dilakukan tetap sesuai tuntunan dan tidak disertai keyakinan yang tidak memiliki dasar kuat.
Sholat sunnah pada malam 27 Rajab boleh dilakukan selama diniatkan sebagai sholat sunnah mutlak, bukan ibadah khusus dengan klaim keutamaan tertentu. Sikap hati-hati dan berilmu inilah yang menjadi kunci agar ibadah tidak hanya banyak secara kuantitas, tetapi juga benar secara kualitas.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow