Jadwal Puasa Ayyamul Bidh Januari 2026 Lengkap dengan Niat dan Tata Cara
Puasa Ayyamul Bidh dikenal sebagai puasa tiga hari di pertengahan bulan hijriah, yang pahalanya besar dan rutin dikerjakan Rasulullah SAW. Amalan ini tidak hanya menjadi bentuk ketaatan, tetapi juga melatih kedisiplinan dan keikhlasan dalam beribadah di luar puasa wajib.
Lantas, kapan tepatnya jadwal puasa Ayyamul Bidh Januari 2026? Berikut ulasan lengkap mulai dari dalil, perbedaan penetapan kalender, jadwal resmi versi pemerintah dan NU, hingga niat serta tata cara pelaksanaannya.
Apa Itu Puasa Ayyamul Bidh?
Puasa Ayyamul Bidh merupakan puasa sunnah yang dikerjakan selama tiga hari setiap bulan hijriah, yaitu pada tanggal 13, 14, dan 15. Kata Ayyamul Bidh berarti “hari-hari putih”, merujuk pada malam hari ketika cahaya bulan purnama tampak terang.
Anjuran puasa ini bersandar pada hadits shahih dari Abu Hurairah RA. Rasulullah SAW bersabda:
“Kekasihku Rasulullah SAW berpesan kepadaku untuk berpuasa tiga hari setiap bulan, dua rakaat dhuha, dan salat witir sebelum tidur.”
(HR Bukhari dan Muslim)
Dalam riwayat lain, Rasulullah SAW juga secara khusus menyebutkan waktu pelaksanaannya:
“Apabila kamu berpuasa tiga hari dalam suatu bulan, maka berpuasalah pada tanggal 13, 14, dan 15.”
(HR At-Tirmidzi, hasan)
Dalil-dalil tersebut menjadi dasar kuat bahwa puasa Ayyamul Bidh adalah amalan sunnah yang sangat dianjurkan dan rutin dicontohkan Nabi Muhammad SAW.
Jadwal Puasa Ayyamul Bidh Januari 2026 Versi Pemerintah
Berdasarkan Kalender Hijriah Indonesia 2025–2026 terbitan Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama RI, awal bulan Rajab 1447 H jatuh pada Minggu, 21 Desember 2025, dan berakhir pada Senin, 19 Januari 2026.
Dengan mengacu pada penanggalan tersebut, jadwal puasa Ayyamul Bidh Januari 2026 versi pemerintah adalah sebagai berikut:
- 13 Rajab 1447 H: Jumat, 2 Januari 2026
- 14 Rajab 1447 H: Sabtu, 3 Januari 2026
- 15 Rajab 1447 H: Minggu, 4 Januari 2026
Jadwal ini menjadi rujukan utama bagi masyarakat yang mengikuti penetapan kalender hijriah pemerintah.
Jadwal Puasa Ayyamul Bidh Januari 2026 Versi NU
Sementara itu, Lembaga Falakiyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (LF PBNU) menetapkan awal Rajab 1447 H sehari lebih lambat, yakni pada Senin, 22 Desember 2025. Perbedaan ini lazim terjadi karena perbedaan metode penentuan awal bulan.
Mengacu pada kalender NU, jadwal puasa Ayyamul Bidh Rajab 1447 H adalah:
- 13 Rajab 1447 H: Sabtu, 3 Januari 2026
- 14 Rajab 1447 H: Minggu, 4 Januari 2026
- 15 Rajab 1447 H: Senin, 5 Januari 2026
Umat Islam dapat memilih jadwal yang sesuai dengan rujukan organisasi atau otoritas keagamaan yang diikuti, tanpa perlu saling menyalahkan.
Bacaan Niat Puasa Ayyamul Bidh
Sebelum melaksanakan puasa Ayyamul Bidh, umat Islam dianjurkan membaca niat. Untuk puasa sunnah, niat boleh dilakukan sejak malam hari hingga pagi hari, selama belum melakukan hal-hal yang membatalkan puasa.
Berikut bacaan niat puasa Ayyamul Bidh:
نَوَيْتُ صَوْمَ أَيَّامِ الْبِيْضِ لِلّٰهِ تَعَالَى
Nawaitu shauma ayyaamil bidhī lillāhi ta‘ālā.
Artinya:
“Saya niat puasa sunnah Ayyamul Bidh karena Allah Ta’ala.”
Tata Cara Puasa Ayyamul Bidh
Secara umum, tata cara puasa Ayyamul Bidh sama seperti puasa sunnah lainnya. Berikut langkah-langkahnya:
1. Berniat Karena Allah SWT
Niat menjadi syarat utama sahnya puasa. Pastikan niat dilakukan dengan tulus semata-mata mengharap ridha Allah SWT.
2. Melaksanakan Sahur
Sahur sangat dianjurkan meskipun hanya dengan makanan ringan atau seteguk air. Rasulullah SAW bersabda, “Bersahurlah, karena dalam sahur terdapat keberkahan.” (HR Bukhari).
3. Menahan Diri Sejak Fajar Hingga Maghrib
Puasa dilakukan dengan menahan diri dari makan, minum, dan segala hal yang membatalkan puasa sejak terbit fajar hingga matahari terbenam.
4. Menjaga Lisan dan Perilaku
Puasa tidak hanya menahan lapar dan dahaga, tetapi juga menjaga ucapan serta perbuatan dari hal-hal yang dapat mengurangi pahala puasa, seperti bergunjing atau berkata kasar.
5. Memperbanyak Amalan Saleh
Selama berpuasa, umat Islam dianjurkan memperbanyak ibadah seperti membaca Al-Qur’an, berdzikir, bersedekah, dan melakukan salat sunnah.
6. Menyegerakan Berbuka Puasa
Disunnahkan untuk menyegerakan berbuka saat waktu maghrib tiba. Rasulullah SAW bersabda, “Manusia akan senantiasa berada dalam kebaikan selama mereka menyegerakan berbuka.” (HR Ibnu Majah).
7. Membaca Doa Berbuka Puasa
Setelah berbuka, dianjurkan membaca doa berikut:
ذَهَبَ الظَّمَأُ وَابْتَلَّتِ الْعُرُوقُ وَثَبَتَ الأَجْرُ إِنْ شَاءَ اللَّهُ
Artinya:
“Telah hilang rasa haus, urat-urat telah basah, dan pahala telah ditetapkan, insyaallah.”
Keutamaan Puasa Ayyamul Bidh di Bulan Rajab
Rajab merupakan bulan yang dimuliakan, sehingga memperbanyak amal sunnah di dalamnya memiliki nilai tersendiri. Meski tidak ada dalil khusus yang menyebut pahala puasa Rajab lebih besar dari bulan lain, para ulama sepakat bahwa beramal saleh di bulan haram tetap memiliki keutamaan karena dilakukan di waktu yang dimuliakan Allah SWT.
Dengan demikian, menjalankan puasa Ayyamul Bidh Januari 2026 menjadi kesempatan baik untuk meningkatkan kualitas ibadah sekaligus membiasakan diri dengan amal sunnah yang dicontohkan Rasulullah SAW.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow