Menu
Close
HarianBasis.co

Informasi Berita Terkini dan Terbaru Hari Ini

Niat Puasa Nifsu Sya’ban Menjelang Ramadhan, Ini Lafaz, Jadwal, dan Penjelasan Lengkapnya

Niat Puasa Nifsu Sya’ban Menjelang Ramadhan, Ini Lafaz, Jadwal, dan Penjelasan Lengkapnya

Smallest Font
Largest Font

Puasa Nifsu Sya’ban dilaksanakan pada pertengahan bulan Sya’ban, tepatnya tanggal 15 menurut kalender Hijriah. Dalam praktiknya, umat Islam menunaikan puasa sejak terbit fajar hingga terbenam matahari seperti puasa sunnah lainnya, dengan niat yang dibaca pada malam hari atau sebelum fajar.

Makna Puasa Nifsu Sya’ban

Secara bahasa, Nifsu Sya’ban berarti pertengahan bulan Sya’ban. Dalam tradisi keislaman, malam dan hari Nifsu Sya’ban kerap diisi dengan berbagai amalan, mulai dari doa, istighfar, hingga puasa sunnah. Puasa ini diposisikan sebagai bagian dari puasa sunnah mutlak di bulan Sya’ban, bukan puasa wajib atau yang memiliki tata cara khusus seperti puasa Ramadhan.

Para ulama menjelaskan bahwa puasa Sya’ban merupakan salah satu kebiasaan Rasulullah SAW. Dalam sejumlah hadis sahih, Nabi disebut lebih sering berpuasa di bulan Sya’ban dibanding bulan-bulan lain selain Ramadhan. Hal inilah yang menjadi dasar anjuran memperbanyak puasa sunnah, termasuk pada hari Nifsu Sya’ban.

Lafaz Niat Puasa Nifsu Sya’ban

Niat menjadi syarat sah puasa, termasuk puasa sunnah. Untuk puasa Nifsu Sya’ban, niat dapat dibaca dalam hati atau dilafalkan secara lisan. Lafaz niat puasa Nisfu Sya’ban yang umum digunakan adalah:

Nawaitu shauma yauma nisfi sya’bana sunnatan lillahi ta’ala.

Artinya: “Saya niat berpuasa sunnah Nifsu Sya’ban karena Allah Ta’ala.”

Jika puasa Nifsu Sya’ban bertepatan dengan hari Senin, umat Islam boleh menggabungkan niat puasa sunnah Senin dengan niat puasa di bulan Sya’ban, karena keduanya sama-sama termasuk puasa sunnah.

Niat Puasa Sunnah Senin di Bulan Sya’ban

Bagi masyarakat yang terbiasa menjalankan puasa Senin, niatnya tetap sama seperti puasa sunnah Senin pada umumnya. Lafaz niat puasa sunnah Senin adalah:

Nawaitu shauma yaumal itsnaini sunnatan lillahi ta’ala.

Artinya: “Saya niat berpuasa sunnah hari Senin karena Allah Ta’ala.”

Para ulama membolehkan satu niat untuk dua amalan sunnah yang sejenis, selama tujuan puasanya tetap untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Jadwal Puasa Nifsu Sya’ban dan Ayyamul Bidh

Penentuan tanggal Nifsu Sya’ban dan puasa ayyamul bidh mengikuti kalender Hijriah resmi. Ayyamul bidh sendiri jatuh pada tanggal 13, 14, dan 15 setiap bulan Hijriah. Dengan demikian, puasa Nifsu Sya’ban bertepatan dengan hari ketiga ayyamul bidh di bulan Sya’ban.

Untuk Februari 2026, jadwal puasa Nifsu Sya’ban dan ayyamul bidh menunggu penetapan awal bulan Sya’ban melalui metode rukyatul hilal dan hisab yang diumumkan oleh Kementerian Agama. Masyarakat diimbau merujuk kalender Hijriah resmi yang dikeluarkan pemerintah atau lembaga keagamaan tepercaya agar tidak keliru dalam menentukan hari puasa.

Puasa Sya’ban Berapa Hari yang Dianjurkan

Tidak ada ketentuan pasti mengenai jumlah hari puasa di bulan Sya’ban. Namun, dalam hadis yang diriwayatkan Aisyah RA, Rasulullah SAW disebut sering berpuasa hampir sepanjang bulan Sya’ban. Para ulama menafsirkan bahwa yang dimaksud bukan berpuasa penuh sebulan, melainkan memperbanyak puasa sunnah di sebagian besar harinya.

Anjuran ini dipahami sebagai persiapan fisik dan spiritual menjelang Ramadhan. Meski demikian, sebagian ulama mengingatkan agar tidak berpuasa pada dua hari terakhir menjelang Ramadhan jika belum terbiasa puasa sebelumnya, sesuai dengan ketentuan yang dijelaskan dalam hadis Nabi SAW.

Pandangan Ulama tentang Keutamaan Nifsu Sya’ban

Para pakar fikih menegaskan bahwa keutamaan utama di bulan Sya’ban terletak pada memperbanyak amal saleh, bukan hanya pada satu hari tertentu. Puasa Nifsu Sya’ban dipandang sebagai bagian dari amalan sunnah yang boleh dilakukan, selama tidak disertai keyakinan adanya kewajiban atau ritual khusus yang tidak memiliki dasar kuat.

Di Indonesia, para ulama dan organisasi keagamaan kerap mengingatkan agar umat Islam menjalankan puasa Nifsu Sya’ban dengan niat ibadah dan persiapan menuju Ramadhan, tanpa berlebih-lebihan dalam praktik yang tidak diajarkan.

Niat Puasa Hari Ini dan Fleksibilitas Puasa Sunnah

Salah satu keistimewaan puasa sunnah adalah fleksibilitas dalam niat. Berbeda dengan puasa wajib Ramadhan yang harus diniatkan sejak malam hari, niat puasa sunnah boleh dilakukan pada siang hari selama belum melakukan hal yang membatalkan puasa sejak fajar.

Hal ini memberi kemudahan bagi umat Islam yang berniat berpuasa hari ini, termasuk di bulan Sya’ban, selama syarat tersebut terpenuhi. Meski demikian, para ulama tetap menganjurkan membaca niat sejak malam agar ibadah lebih sempurna.

Dengan memahami niat puasa Nifsu Sya’ban, jadwal pelaksanaan, serta kaitannya dengan puasa Senin dan ayyamul bidh, umat Islam diharapkan dapat menjalankan ibadah sunnah ini secara benar dan proporsional. Selain sebagai sarana meraih pahala, puasa di bulan Sya’ban juga menjadi momentum menyiapkan diri menyambut datangnya Ramadhan.

Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow