Menu
Close
HarianBasis.co

Informasi Berita Terkini dan Terbaru Hari Ini

Longsor di Cisarua Bandung Barat Menimpa Permukiman Pasirlangu Setelah Hujan Ekstrem

Longsor di Cisarua Bandung Barat Menimpa Permukiman Pasirlangu Setelah Hujan Ekstrem

Smallest Font
Largest Font

Kejadian terjadi di Kampung Pasir Kuning, Kampung Pasir Kuda, dan wilayah permukiman lain di Desa Pasirlangu sekitar pukul 03.00–04.00 WIB, saat sebagian besar penduduk tengah terlelap setelah hujan deras mengguyur daerah tersebut selama lebih dari 48 jam. 

Longsor Susulan dan Dampak Awal

Material tanah dan lumpur dari lereng kaki Gunung Burangrang meluncur deras ke permukiman warga, menimbun puluhan rumah dan memicu longsor susulan yang membuat warga panik berhamburan untuk menyelamatkan diri. Sejumlah saksi mengatakan suara gemuruh terdengar sebelum tanah bergerak. 

Data awal yang dihimpun dari laporan media nasional dan sumber resmi menunjukkan:

  • Korban meninggal dilaporkan antara 6 hingga 8 orang, tergantung pada berbagai laporan awal dari lapangan. 
  • Puluhan rumah tertimbun atau rusak parah akibat longsor di Pasirlangu dan sekitarnya. 
  • Ratusan warga dinyatakan hilang atau masih dalam pencarian, dengan angka sementara berkisar puluhan hingga lebih dari 80 orang yang belum ditemukan. 

Pihak berwenang masih terus memverifikasi jumlah korban yang pasti karena kondisi cuaca dan medan yang berat memperlambat akses ke lokasi terdampak. Pencarian korban dilakukan secara intensif oleh tim SAR gabungan. 

Upaya Penanganan Darurat

Kepala Desa Pasirlangu, Nur Awaludin Lubis, menyatakan bahwa upaya evakuasi dan pendataan korban terus berlangsung, namun masih banyak warga belum dapat dihubungi. Warga yang rumahnya berada dalam radius 100 meter dari pusat longsor telah diungsikan untuk mengantisipasi ancaman longsor susulan. 

Wabup Asep Ismail menyampaikan bahwa lebih dari 20 warga yang selamat telah dipindahkan ke lokasi pengungsian sementara di kantor desa, sementara kebutuhan dasar seperti makanan dan tempat tinggal menjadi fokus penanganan awal. Koordinasi antara BPBD Kabupaten Bandung Barat, BPBD Jawa Barat, TNI, Polri, dan relawan sedang berjalan untuk menyediakan logistik dan peralatan pencarian. 

Kepala SAR setempat juga mengingatkan warga untuk menjauhi area longsoran, karena tanah yang labil dan potensi hujan membuat risiko bencana susulan tetap tinggi. 

Penyebab dan Kondisi Cuaca

Menurut laporan resmi dan keterangan warga, bencana ini dipicu oleh curah hujan tinggi yang berlangsung sejak Jumat malam, diikuti angin kencang yang melemahkan struktur tanah di lereng Gunung Burangrang. Curah hujan yang terus menerus dianggap sebagai faktor utama memicu pergerakan tanah yang akhirnya menjadi longsor besar. 

Kondisi cuaca ekstrem ini merupakan bagian dari pola hujan deras yang melanda sebagian wilayah Jawa Barat beberapa hari terakhir, sehingga meningkatkan risiko longsor di daerah-daerah rawan seperti Cisarua. 

Tindak Lanjut dan Potensi Risiko

Pihak BPBD bersama pemerintah daerah telah menetapkan koordinasi lintas instansi untuk mempercepat respons darurat dan pemulihan. Pengiriman bantuan logistik, pelayanan medis di posko pengungsian, dan evaluasi titik rawan susulan menjadi prioritas utama. 

Selain itu, masyarakat diimbau untuk memantau informasi resmi serta mengikuti arahan evakuasi jika cuaca memburuk lagi, mengingat potensi hujan masih tinggi dan tanah di wilayah kaki gunung tetap labil. 

Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow