Menu
Close
oduu

Informasi Berita Terkini dan Terbaru Hari Ini

Khutbah Jumat Bulan Rajab 26 Desember 2026: Meraih Keutamaan dan Momentum Perbaikan Diri

Khutbah Jumat Bulan Rajab 26 Desember 2026: Meraih Keutamaan dan Momentum Perbaikan Diri

Smallest Font
Largest Font

Di tengah kehidupan modern yang serba cepat dan penuh distraksi, Rajab hadir sebagai alarm ruhani. Bulan ini mengajak umat Islam untuk kembali menata niat, memperkuat ketakwaan, serta menghidupkan amalan yang sering terabaikan. Tidak berlebihan jika para ulama menyebut Rajab sebagai gerbang awal menuju Ramadhan.

Khutbah Jumat ini menekankan bahwa mengagungkan bulan Rajab berarti mengagungkan syariat Allah SWT. Sebaliknya, meremehkan Rajab sama dengan menyia-nyiakan peluang besar untuk memperbaiki kualitas iman dan amal.

Keutamaan Bulan Rajab sebagai Bulan Haram

Rajab termasuk salah satu dari empat bulan haram yang dimuliakan Allah SWT. Hal ini ditegaskan dalam hadits Rasulullah ﷺ yang diriwayatkan oleh Abu Bakrah radhiyallahu ‘anhu:

إِنَّ الزَّمَانَ قَدِ اسْتَدَارَ كَهَيْئَتِهِ يَوْمَ خَلَقَ اللَّهُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ، السَّنَةُ اثْنَا عَشَرَ شَهْرًا، مِنْهَا أَرْبَعَةٌ حُرُمٌ، ثَلَاثٌ مُتَوَالِيَاتٌ: ذُو الْقَعْدَةِ، وَذُو الْحِجَّةِ، وَالْمُحَرَّمُ، وَرَجَبُ مُضَرَ الَّذِي بَيْنَ جُمَادَى وَشَعْبَانَ

Artinya: “Sesungguhnya zaman itu telah kembali seperti keadaannya ketika Allah menciptakan langit dan bumi. Setahun itu ada dua belas bulan, di antaranya empat bulan haram: tiga berturut-turut yaitu Dzulqa’dah, Dzulhijjah, dan Muharram, serta Rajab Mudhar yang berada antara Jumada dan Sya’ban.”
(HR. Al-Bukhari dan Muslim)

Hadits ini menegaskan bahwa Rajab memiliki kehormatan khusus dalam tatanan waktu Islam. Pada bulan haram, umat Islam dianjurkan untuk lebih berhati-hati dalam perbuatan serta memperbanyak amal kebaikan.

Landasan Ketakwaan dalam Al-Qur’an

Khutbah Jumat bulan Rajab juga mengingatkan jamaah untuk selalu menjaga ketakwaan, sebagaimana perintah Allah SWT dalam Al-Qur’an:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ

Artinya: “Wahai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dengan sebenar-benar takwa kepada-Nya dan janganlah kamu mati kecuali dalam keadaan muslim.”
(QS. Ali Imran: 102)

Ayat ini menjadi landasan utama agar Rajab dijadikan momentum memperkuat iman, bukan sekadar rutinitas tanpa makna.

Doa Rasulullah di Bulan Rajab

Rasulullah ﷺ mengajarkan umatnya untuk menyambut Rajab dengan doa penuh harap. Dalam riwayat dari Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah ﷺ berdoa:

اَللّٰهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِيْ رَجَبَ وَشَعْبَانَ، وَبَلِّغْنَا رَمَضَانَ

Artinya: “Ya Allah, berkahilah kami di bulan Rajab dan Sya’ban, dan sampaikanlah kami kepada bulan Ramadhan.”
(HR. Ahmad dan al-Baihaqi)

Meski sebagian ulama menilai hadits ini memiliki kelemahan dari sisi sanad, maknanya dinilai shahih dan selaras dengan semangat syariat, sehingga boleh diamalkan sebagai doa dan motivasi spiritual.

Amal Saleh yang Dianjurkan di Bulan Rajab

Rajab bukan bulan ritual khusus yang mengikat, tetapi bulan persiapan. Rasulullah ﷺ tidak menetapkan ibadah tertentu secara wajib, namun mendorong umatnya memperbanyak amalan yang telah disyariatkan.

Memperbaiki Ibadah Wajib

Shalat yang tepat waktu dan penuh kekhusyukan, menjaga kejujuran, serta menunaikan amanah menjadi prioritas utama di bulan ini.

Memperbanyak Amal Sunnah

Puasa sunnah, sedekah, zikir, dan istighfar dianjurkan untuk membersihkan hati dan menumbuhkan kedekatan dengan Allah SWT.

Menjaga Ukhuwah dan Akhlak

Rajab adalah waktu yang tepat untuk memperbaiki hubungan sesama, menghindari konflik, dan menumbuhkan empati sosial.

Peristiwa Besar Bulan Rajab dalam Sejarah Islam

Rajab juga dikenal sebagai bulan terjadinya peristiwa Isra dan Mi’raj Rasulullah ﷺ. Peristiwa ini menegaskan kedudukan shalat sebagai tiang agama serta keterkaitan erat antara Masjidil Haram dan Masjidil Aqsa.

Selain itu, sejarah mencatat bahwa pada bulan Rajab, atas izin Allah SWT, Shalahuddin al-Ayyubi berhasil membebaskan Baitul Maqdis. Peristiwa ini menjadi simbol bahwa perjuangan yang dibangun dengan iman dan persatuan akan membuahkan kemenangan.

Rajab dan Makna Jihad Zaman Kini

Khutbah Jumat bulan Rajab 26 Desember 2026 juga menegaskan bahwa jihad tidak selalu identik dengan peperangan. Jihad di era modern mencakup doa yang tulus, solidaritas kemanusiaan, pendidikan generasi, serta keberanian menyuarakan kebenaran.

Semua bentuk kebaikan yang dilakukan dengan niat karena Allah termasuk jihad fi sabilillah. Rajab menjadi waktu yang tepat untuk menghidupkan semangat ini secara konsisten.

Menjadikan Rajab sebagai Bulan Hijrah

Jika Rajab diisi dengan kesungguhan, Sya’ban akan menjadi penguat, dan Ramadhan akan menjadi puncak perubahan. Namun jika Rajab berlalu tanpa makna, Ramadhan pun berisiko menjadi sekadar rutinitas tahunan.

Mari jadikan Rajab sebagai bulan hijrah: hijrah dari dosa menuju taubat, dari lalai menuju sadar, dari perpecahan menuju persatuan, serta dari sikap pasif menuju kepedulian nyata terhadap kebenaran dan keadilan.

Semoga Allah SWT memberkahi kita di bulan Rajab, menerima amal-amal kita, dan menguatkan langkah kita di jalan yang diridhai-Nya.

Editors Team
Daisy Floren
Daisy Floren
Haryanto Author

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow