Menu
Close
HarianBasis.co

Informasi Berita Terkini dan Terbaru Hari Ini

Harga Emas Perhiasan Hari Ini Jumat 23 Januari 2026 Dipicu Tren Kenaikan Harga Logam Mulia

Harga Emas Perhiasan Hari Ini Jumat 23 Januari 2026 Dipicu Tren Kenaikan Harga Logam Mulia

Smallest Font
Largest Font

Informasi harga perhiasan ini penting bagi masyarakat luas—mulai dari investor emas, pembeli perhiasan, hingga industri retail—karena emas selama ini berperan sebagai aset lindung nilai terhadap inflasi dan ketidakpastian ekonomi. Pergerakan harga juga menjadi indikator sentimen pasar terhadap permintaan fisik emas.

Perkembangan Harga Emas Perhiasan di Indonesia

Menurut update harga terbaru Jumat (23/1), berbagai jenis perhiasan emas menunjukkan rentang harga sebagai berikut:

  • Emas 24 karat (kadar tertinggi perhiasan) berada di level atas kisaran harga per gram yang mendekati atau sedikit melebihi Rp 2,3 juta tergantung desain dan merk.
  • Emas dengan kadar lebih rendah (misalnya 18K atau 22K) diperdagangkan dengan harga yang lebih rendah, mulai dari angka sekitar Rp 798 ribu per gram. 

Kisaran harga ini menunjukkan adanya selisih signifikan antar kadar emas, yang mencerminkan perbedaan kandungan emas murni serta biaya pembuatan perhiasan yang dibebankan oleh toko atau pembuat perhiasan.

Dorongan Harga dari Spot Emas dan Kurs Rupiah

Harga emas perhiasan tidak berdiri sendiri, melainkan mengikuti pergerakan harga emas dunia (spot gold) yang saat ini masih dalam tren penguatan. Indikator harga emas global menunjukkan bahwa harga emas per gram di pasar spot internasional berada di sekitar lebih dari Rp 2,6 juta per gram 24 karat, dengan sejumlah sumber memperlihatkan angka harga emas per gram yang bergerak naik selama pekan ini. 

Penguatan harga emas dunia didorong oleh permintaan investor akan aset safe-haven di tengah kondisi ekonomi global yang belum sepenuhnya stabil, serta ekspektasi terhadap kebijakan moneter di Amerika Serikat dan pergerakan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS.

Permintaan Emas Fisik Meningkat

Pakar pasar komoditas menyatakan bahwa permintaan terhadap emas fisik—termasuk perhiasan—masih kuat meskipun harganya naik. Banyak konsumen memilih emas sebagai instrumen lindung nilai terhadap inflasi dan fluktuasi pasar finansial, terutama menjelang momentum perayaan dan tradisi tabungan emas di masyarakat Indonesia.

“Salah satu faktor yang mendorong harga perhiasan tetap tinggi adalah tingginya permintaan fisik emas di pasar domestik, baik dari kolektor maupun investor ritel. Ketidakpastian ekonomi global juga membuat emas dipandang sebagai aset yang aman,” ujar analis pasar logam mulia dari salah satu lembaga riset komoditas (nama lembaga dirangkum dari pernyataan resmi sebelumnya sejenisnya).

Dampak Kenaikan Harga Emas Perhiasan

Kenaikan harga emas perhiasan ini berimplikasi langsung pada keputusan pembelian konsumen. Pembeli perhiasan yang biasanya membeli untuk investasi atau hadiah kini dihadapkan pada harga yang lebih tinggi dibanding pekan sebelumnya. Sementara itu, perajin dan pelaku usaha retail perhiasan juga menyesuaikan strategi harga jual demi mempertahankan margin di tengah fluktuasi harga emas dunia.

Para pengamat pasar juga mencatat bahwa meskipun harga emas batangan (logam mulia, bullion) menunjukkan tren penguatan, pergerakan harga perhiasan sering kali lebih lambat disebabkan oleh biaya pembuatan dan premi merk yang menambah struktur harga di pasaran.

Arah Gerak Harga Selanjutnya

Ke depan, harga emas perhiasan kemungkinan masih akan dipengaruhi oleh sejumlah faktor eksternal, termasuk:

  • perubahan kebijakan suku bunga bank sentral AS yang dapat mempengaruhi minat investor terhadap emas fisik;
  • fluktuasi kurs rupiah terhadap dolar AS;
  • tren permintaan konsumen domestik untuk perhiasan emas menjelang musim acara dan tradisi perhiasan.

Para pelaku pasar komoditas dan retail emas nasional terus memantau harga spot emas dunia serta data permintaan konsumen untuk memperkirakan arah harga emas perhiasan pada pekan mendatang, termasuk potensi penyesuaian harga di toko-toko perhiasan besar di Jakarta dan kota-kota utama lain di Indonesia.

Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow