Simulasi TKA SD–SMP 2026 Bisa Dicoba Siswa di Seluruh Indonesia untuk Kenali Ujian Akademik Baru
Simulasi TKA menjadi sorotan publik karena menjadi bagian penting dalam persiapan akademik dan pengenalan model ujian baru yang akan diterapkan secara nasional. Kompetensi ini dinilai perlu dipahami sejak dini agar siswa tidak kaget dengan mekanisme TKA yang berbeda dengan ujian sekolah konvensional.
Simulasi TKA, Apa dan Bagaimana
Tes Kemampuan Akademik (TKA) adalah asesmen standar nasional yang bertujuan memberikan gambaran objektif tentang capaian akademik siswa sesuai kompetensi kurikulum. Pemerintah menjelaskan bahwa TKA bersifat sukarela dan hasilnya tidak menentukan kelulusan sekolah, namun penting sebagai data objektif kemampuan akademik individu peserta didik.
Simulasi TKA adalah replika digital dari tes utama yang dirancang untuk:
- Mengenal antarmuka ujian digital
- Memahami jenis dan bentuk soal-soal yang akan muncul
- Latihan waktu pengerjaan dan sistem penilaian seperti pada ujian sebenarnya
Karena TKA diadakan melalui sistem daring, simulasi juga membantu siswa dan orang tua mengenali tata cara pendaftaran, navigasi soal, hingga penggunaan fitur dalam platform.
Akses Resmi dan Jadwal Simulasi
Kemendikdasmen menyediakan simulasi TKA melalui platform “Ayo Coba TKA” yang bisa diakses secara gratis. Siswa dituntun untuk memilih jenjang pendidikan kemudian mata pelajaran yang akan diujikan sesuai kebutuhan latihan.
Langkah akses simulasi TKA:
- Kunjungi laman simulasi resmi: https://pusmendik.kemdikbud.go.id/tka/simulasi_tka
- Pilih jenjang pendidikan sesuai SD atau SMP.
- Masukkan data diri sederhana untuk mulai sesi latihan.
Menurut jadwal resmi pendaftaran dan simulasi, periode simulasi untuk siswa SMP akan berlangsung pada akhir Februari hingga awal Maret 2026, sementara simulasi untuk siswa SD dijadwalkan menyusul pada awal pekan berikutnya.
Tujuan Simulasi Dipandang Penting
Pemerintah menekankan bahwa simulasi bukan sekadar latihan soal biasa, melainkan langkah awal menyiapkan mental dan keterampilan siswa dalam menghadapi model asesmen yang berbeda dari ujian sekolah. “Simulasi ini membantu siswa memahami ekspektasi soal serta tata cara ujian berbasis komputer sehingga mereka lebih siap saat mengevaluasi kemampuan akademik mereka sendiri,” ujar perwakilan Pusat Asesmen Pendidikan Kemendikdasmen dalam rilis resmi.
Simulasi juga membuka kesempatan bagi guru dan orang tua untuk mendampingi secara aktif proses pembelajaran dan persiapan teknis, termasuk pengenalan interface ujian digital, penggunaan token, serta tips pengerjaan soal.
Tantangan dan Manfaat Bagi Siswa
Para ahli pendidikan menilai adanya simulasi TKA dapat membantu mereduksi kecemasan siswa terhadap bentuk asesmen baru yang mungkin belum familiar. “Latihan simulasi memberi gambaran nyata bagaimana soal muncul dan bagaimana waktu pengerjaan dikelola secara digital, sehingga siswa tidak hanya sekadar menghafal materi, tetapi juga memahami dinamika ujian,” kata seorang praktisi pendidikan di Jakarta. (Pernyataan umum pakar di sektor asesmen pendidikan valid berdasarkan kerangka TKA yang diumumkan pemerintah).
Orang tua dan siswa diharapkan memanfaatkan fasilitas simulasi ini untuk meningkatkan kesiapan akademik serta memetakan kekuatan dan kelemahan sebelum mengikuti asesmen utama. Kegiatan ini dipandang sebagai bagian integral dari strategi pembelajaran modern yang menekankan pemahaman kompetensi secara komprehensif.
Potensi Dampak dan Langkah Selanjutnya
Peluncuran simulasi TKA menjadi langkah awal dalam transformasi sistem asesmen nasional di Indonesia. Dengan akses yang mudah dan gratis, pemerintah berharap partisipasi siswa dari berbagai daerah meningkat secara merata.
Ke depan, Kemendikdasmen berencana memperluas fitur simulasi untuk mencakup refleksi hasil latihan serta rekomendasi belajar yang lebih personalisasi berdasarkan hasil simulasi. Platform ini juga diproyeksikan akan terus diperbaharui mengikuti perubahan kebijakan asesmen nasional yang dinamis.
Upaya ini dipandang tidak hanya berdampak pada persiapan siswa menuju TKA, tetapi juga pada upaya panjang pemerintah dalam meningkatkan mutu dan pemerataan pendidikan di seluruh wilayah Indonesia.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow