Sanksi FIFA untuk Malaysia Ditangguhkan CAS Pemain Naturalisasi Kembali Bisa Bermain
Dalam putusan interim yang diumumkan pada 26 Januari 2026, CAS mengabulkan permohonan FAM dan para pemain untuk memberlakukan stay of execution terhadap hukuman FIFA yang semula melarang tujuh pemain terlibat dalam segala aktivitas sepak bola selama 12 bulan serta denda yang menyertainya. Dengan demikian, para pemain kini diizinkan kembali bermain sementara hingga keputusan final dari banding diterbitkan.
Skandal Naturalisasi dan Sanksi Awal FIFA
Sanksi FIFA bermula pada September 2025, ketika Komite Disiplin FIFA menemukan bahwa FAM diduga mengajukan dokumen yang dipalsukan untuk mengklaim kelayakan tujuh pemain asing agar bisa mewakili Malaysia di Kualifikasi Piala Asia 2027. Dokumen tersebut terkait dengan klaim garis keturunan atau “heritage” yang ternyata tidak sesuai dengan data yang diverifikasi FIFA.
Akibatnya, FIFA menjatuhkan hukuman sebagai berikut:
- Denda kepada FAM sebesar CHF 350.000 (sekitar jutaan ringgit Malaysia).
- Suspensi 12 bulan bagi masing-masing tujuh pemain dari semua kegiatan sepak bola internasional maupun klub.
- Denda individu CHF 2.000 per pemain.
Pemain yang terlibat antara lain Facundo Garcés, Rodrigo Holgado, Imanol Machuca, João Figueiredo, Gabriel Palmero, Jon Irazabal, dan Hector Hevel. Mereka sebelumnya tampil di tim nasional Malaysia, termasuk di laga kualifikasi yang memicu penyelidikan.
Dampak di Lapangan dan Respons FAM
Akibat sanksi FIFA, beberapa klub bahkan mengakhiri kontrak pemain yang terkena hukuman, sementara Timnas Malaysia menghadapi perubahan administratif terhadap hasil beberapa pertandingan persahabatan. FIFA diketahui mengubah hasil tiga laga uji coba menjadi kemenangan 3–0 bagi lawan karena keterlibatan pemain yang tengah diprotes statusnya.
FAM secara resmi menolak tuduhan pelanggaran dan mengajukan banding melalui mekanisme internal FIFA. Setelah banding internal ditolak pada akhir 2025, FAM kemudian membawa kasus ini ke CAS, berharap keputusan independen.
Keputusan Interim CAS dan Implikasinya
Putusan CAS pada akhir Januari 2026 bersifat sementara tetapi signifikan. FAM menyatakan dalam pernyataan resmi bahwa larangan 12 bulan yang dijatuhkan tidak lagi berlaku sementara waktu, sehingga tujuh pemain ini dapat kembali berpartisipasi di liga domestik maupun kompetisi internasional yang sedang berjalan.
Pakar hukum olahraga menyebut keputusan interim CAS merupakan prosedur umum ketika proses banding masih berlangsung, memberikan ruang bagi pihak yang dihukum untuk mempertahankan karier mereka sampai putusan akhir. Belum ada jadwal pasti untuk sidang maraton di CAS, namun proses ini dipantau ketat karena berdampak pada status Malaysia di Kualifikasi Piala Asia 2027 dan peluang tim di turnamen tersentral regional tersebut.
Reaksi dan Pandangan dalam Dunia Sepak Bola
Kasus ini menarik perhatian komunitas sepak bola internasional. Asosiasi Pesepakbola Profesional Dunia (FIFPRO) sebelumnya mengecam hukuman FIFA kepada para pemain, menyebut mereka sebagai korban atas keputusan federasi negara yang dinilai gagal mengawasi proses naturalisasi.
Sementara itu, pakar sepak bola Malaysia menilai keputusan interim CAS memberi napas baru bagi karier tujuh pemain tersebut dan memungkinkan FAM untuk fokus pada pembenahan tata kelola administrasi eligibility di masa depan, sekaligus mengurangi dampak jangka pendek terhadap performa tim nasional dan klub domestik.
Dampak Lanjutan dan Proyeksi Ke Depan
Putusan CAS yang akan datang diperkirakan menentukan nasib skandal ini secara substantif. Bila putusan final membatalkan sanksi FIFA, Malaysia berpeluang memulihkan reputasi kompetitifnya di panggung Asia. Sebaliknya, jika putusan final memperkuat sanksi FIFA, konsekuensinya bisa jauh lebih berat, termasuk pengaruh terhadap perolehan poin kualifikasi dan reputasi tata kelola sepak bola negara tersebut di level internasional
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow