Menu
Close
oduu

Informasi Berita Terkini dan Terbaru Hari Ini

Saham DADA Bangkit dari Gocap, Auto Reject Atas dan Antrean Beli Membeludak

Saham DADA Bangkit dari Gocap, Auto Reject Atas dan Antrean Beli Membeludak

Smallest Font
Largest Font

Lonjakan tersebut bukan kenaikan biasa. Saham DADA langsung menyentuh batas auto reject atas (ARA), memicu antrean beli yang membengkang dan menjadi salah satu saham paling ramai dibicarakan di lantai bursa hari ini.

Fenomena ini mengingatkan kembali pada volatilitas ekstrem yang pernah terjadi pada saham DADA beberapa bulan lalu, ketika harganya sempat melonjak ratusan persen sebelum akhirnya ambruk dan stagnan di level terendah.

Saham DADA Auto Reject Atas, Naik 34% dalam Sekejap

Pada perdagangan Rabu (7/1/2026) sekitar pukul 10.05 WIB, saham PT Diamond Citra Propertindo Tbk mulai menunjukkan pergerakan tidak biasa. Dalam waktu singkat, harga saham naik signifikan dan menyentuh Rp 67 per saham.

Kenaikan tersebut setara dengan lonjakan sekitar 34% dari posisi gocap, sekaligus membuat saham DADA terkena auto reject atas (ARA) pada pukul 10.15 WIB. Sistem perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI) pun otomatis menghentikan kenaikan lanjutan karena sudah menyentuh batas maksimal harian.

Tak hanya dari sisi harga, lonjakan minat beli juga terlihat jelas. Antrean beli di harga Rp 67 tercatat membeludak hingga menembus sekitar 4 juta lot saham, menandakan euforia investor ritel yang masuk secara masif.

Lama Tidur di Level Gocap Sejak Oktober 2025

Sebelum reli mendadak hari ini, saham DADA memang dikenal sebagai saham yang lama “mati suri”. Sejak 22 Oktober 2025, harga saham ini terpuruk ke level Rp 50 dan bertahan di area tersebut selama lebih dari dua bulan.

Minimnya pergerakan membuat saham ini nyaris luput dari radar sebagian besar investor. Volume transaksi cenderung tipis, volatilitas rendah, dan tidak ada katalis besar yang secara terbuka diumumkan ke publik dalam beberapa waktu terakhir.

Kondisi inilah yang membuat lonjakan saham DADA pada perdagangan hari ini terasa begitu kontras sekaligus mengejutkan.

Kilas Balik: Pernah Terbang dari Rp 10 ke Rp 178

Saham DADA bukan kali pertama menunjukkan pergerakan ekstrem. Pada periode Agustus hingga Oktober 2025, saham ini sempat bikin heboh pasar modal.

Harga saham DADA tercatat melonjak tajam dari kisaran Rp 10 per saham pada awal 5 Agustus 2025 hingga mencapai Rp 178 per saham pada penutupan 8 Oktober 2025. Dalam waktu sekitar dua bulan, kenaikannya mencapai ribuan persen.

Namun euforia tersebut tak bertahan lama. Setelah mencapai puncaknya, saham DADA terjun bebas dan kembali ke level gocap hanya dalam hitungan minggu. Sejak saat itu, pergerakannya cenderung stagnan hingga akhirnya bangkit lagi hari ini.

Apa yang Memicu Lonjakan Saham DADA Hari Ini?

Hingga perdagangan berlangsung, belum ada keterbukaan informasi resmi yang dirilis emiten terkait aksi korporasi, kinerja keuangan terbaru, maupun sentimen fundamental yang secara langsung menjelaskan lonjakan saham DADA.

Di pasar modal, kondisi seperti ini kerap terjadi pada saham berkapitalisasi kecil (small cap) yang likuiditasnya terbatas. Sedikit tekanan beli bisa mendorong harga naik signifikan dalam waktu singkat.

Pengamat pasar modal menilai, pergerakan tiba-tiba seperti ini umumnya dipengaruhi oleh kombinasi sentimen teknikal, aksi spekulatif jangka pendek, serta minat investor ritel yang mengejar momentum.

Peringatan BEI soal Saham dengan Volatilitas Tinggi

Bursa Efek Indonesia secara rutin mengingatkan investor agar lebih cermat dalam mencermati saham-saham yang bergerak tidak wajar. BEI menegaskan pentingnya memperhatikan keterbukaan informasi, kondisi fundamental perusahaan, serta profil risiko masing-masing investor.

Dalam berbagai kesempatan, BEI juga mengimbau investor untuk tidak hanya terpancing lonjakan harga sesaat, terutama pada saham dengan volatilitas ekstrem yang rentan mengalami pembalikan arah secara cepat.

Risiko dan Peluang Saham DADA bagi Investor

Lonjakan saham DADA memang menghadirkan potensi keuntungan besar dalam waktu singkat. Namun di sisi lain, risikonya juga tidak kecil. Pengalaman sebelumnya menunjukkan bahwa saham ini bisa naik tajam, tetapi juga bisa jatuh cepat tanpa banyak peringatan.

Bagi investor jangka pendek, pergerakan saham DADA bisa menjadi peluang trading dengan disiplin manajemen risiko ketat. Sementara itu, bagi investor jangka menengah hingga panjang, penting untuk menunggu kejelasan fundamental dan informasi resmi dari perusahaan.

Tanpa dukungan kinerja keuangan yang solid atau aksi korporasi yang jelas, pergerakan harga ekstrem seperti ini cenderung lebih bersifat spekulatif dibandingkan fundamental.

Investor Diminta Tetap Waspada

Lonjakan saham DADA pada Januari 2026 menjadi pengingat bahwa pasar modal tidak pernah kehabisan kejutan. Saham yang lama tertidur bisa tiba-tiba bangkit, sementara saham yang sedang naik bisa berbalik arah dalam sekejap.

Investor disarankan untuk tetap rasional, tidak ikut-ikutan euforia, serta selalu mengedepankan analisis dan manajemen risiko. Keputusan investasi terbaik adalah yang didasarkan pada informasi yang jelas, bukan sekadar pergerakan harga sesaat.

Editors Team
Daisy Floren
Daisy Floren
Haryanto Author

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow