Menu
Close
oduu

Informasi Berita Terkini dan Terbaru Hari Ini

Rekomendasi Saham Hari Ini 12 Januari 2026: IHSG Menguat, Sentimen Global dan Komoditas Mendukung

Rekomendasi Saham Hari Ini 12 Januari 2026: IHSG Menguat, Sentimen Global dan Komoditas Mendukung

Smallest Font
Largest Font

Optimisme investor terlihat tetap terjaga meskipun terdapat sedikit penurunan pada indikator kepercayaan konsumen. Arus dana asing yang masih mencatatkan inflow ke pasar saham Tanah Air juga menjadi sinyal bahwa persepsi risiko terhadap aset domestik masih terkendali.

Berikut rangkuman pergerakan pasar, sentimen terkini, serta Rekomendasi Saham Hari Ini 12 Januari 2026 yang disusun berdasarkan analisis teknikal, fundamental, dan kondisi global terbaru.

IHSG Ditutup Menguat, Inflow Asing Masih Terjaga

IHSG pada perdagangan Kamis, 9 Januari 2026, ditutup menguat 0,13 persen atau naik 11,28 poin ke level 8.936. Secara kumulatif sejak awal tahun (year to date/ytd), IHSG telah terapresiasi 3,35 persen dengan total aliran dana asing mencapai sekitar Rp3,09 triliun hingga 9 Januari 2026.

Capaian tersebut mencerminkan kepercayaan investor terhadap prospek pasar modal Indonesia di awal tahun. Stabilitas makroekonomi dan daya tarik valuasi saham domestik menjadi faktor pendukung utama masuknya dana asing.

Sektor Penopang Kinerja IHSG

Dari sisi sektoral, penguatan IHSG didorong terutama oleh:

  • Sektor material dasar yang mencatat kenaikan sekitar 9,15 persen
  • Sektor energi yang menguat lebih tinggi dengan kenaikan sekitar 9,58 persen

Kinerja dua sektor ini sejalan dengan tren kenaikan harga komoditas global, khususnya nikel dan emas, yang kembali menjadi perhatian investor.

Harga Nikel dan Emas Menguat, Dorong Sentimen Saham Komoditas

Harga nikel di London Metal Exchange (LME) tercatat naik 3,19 persen ke level USD 17.703 per ton pada 9 Januari 2026. Kenaikan ini terjadi di tengah kebijakan pemerintah Indonesia yang berencana memangkas produksi nikel nasional.

Dalam Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) tahun 2026, Indonesia disebut akan mengurangi produksi nikel hingga sekitar 34 persen menjadi kisaran 250 juta ton. Kebijakan tersebut bertujuan menjaga keseimbangan suplai dan menopang harga nikel global yang sempat tertekan.

Sementara itu, harga emas dunia juga kembali mencetak rekor tertinggi. Pada perdagangan intraday awal pekan, emas sempat menyentuh level sekitar USD 4.600 per ounce, seiring meningkatnya ekspektasi penurunan suku bunga bank sentral Amerika Serikat.

Keyakinan Konsumen Turun Tipis, Tetap di Zona Optimis

Dari dalam negeri, Bank Indonesia melaporkan Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) pada Desember 2025 berada di level 123,5, sedikit menurun dibandingkan bulan sebelumnya yang tercatat 124.

Meski melemah tipis, BI menilai tingkat optimisme konsumen masih solid. Posisi IKK yang berada di atas level 100 menunjukkan masyarakat masih memiliki keyakinan terhadap kondisi ekonomi dan prospek pendapatan ke depan, sehingga konsumsi rumah tangga dinilai tetap terjaga.

Wall Street Menguat, Pasar Nantikan Keputusan The Fed

Dari global, bursa saham Amerika Serikat kompak ditutup menguat. Indeks Nasdaq naik sekitar 0,81 persen, sementara indeks S&P 500 menguat 0,65 persen.

Penguatan ini dipicu oleh data tenaga kerja AS yang dinilai terkendali. Data non-farm payroll Desember 2025 tercatat sebesar 50 ribu, lebih rendah dibanding bulan sebelumnya yang sebesar 56 ribu. Tingkat pengangguran juga terjaga di level 4,4 persen.

Kondisi tersebut memperkuat ekspektasi pasar bahwa inflasi dapat ditekan mendekati target 2 persen, sehingga membuka ruang bagi Federal Reserve untuk memangkas suku bunga pada pertemuan FOMC 27–28 Januari 2026. Pekan ini, pasar juga menantikan rilis data inflasi AS serta laporan keuangan kuartalan perbankan global.

Proyeksi Pergerakan IHSG Hari Ini

Dengan mempertimbangkan sentimen domestik dan global, IHSG pada perdagangan hari ini diperkirakan bergerak variatif dengan kisaran 8.885–9.040. Investor disarankan tetap selektif dan memperhatikan manajemen risiko di tengah potensi volatilitas jangka pendek.

Rekomendasi Saham Hari Ini 12 Januari 2026

Berikut beberapa saham pilihan untuk perdagangan jangka pendek:

ARCI (Trading Buy)

Harga penutupan: 1.695
Target price: 1.800
Stop loss: 1.580

ARCI bergerak sideways di area resistance dan membentuk pola long white candle. Selama harga bertahan di atas MA 5, 20, dan 50, peluang bullish continuation masih terbuka, didukung penguatan harga emas global.

HRUM (Buy)

Harga penutupan: 1.165
Target price: 1.210
Stop loss: 1.100

HRUM menunjukkan pola bullish continuation dengan harga bergerak stabil di atas MA 5, 20, dan 100. Indikator MACD histogram berada di area positif, mencerminkan momentum akumulasi.

Dari sisi fundamental, HRUM juga mengumumkan rencana buyback saham senilai maksimal Rp335 miliar untuk periode 5 Januari hingga 17 Maret 2026, yang berpotensi menopang harga saham.

MBMA (Buy)

Harga penutupan: 650
Target price: 680
Stop loss: 620

MBMA berpeluang melanjutkan penguatan dengan indikasi pembentukan pola rounding bottom. Kenaikan harga nikel LME serta kebijakan pemangkasan produksi nikel nasional menjadi sentimen positif utama bagi saham ini.

Tabel Rekomendasi Saham Hari Ini 12 Januari 2026

Nama SahamHarga PenutupanTarget PriceStop Loss
ARCI1.6951.8001.580
HRUM1.1651.2101.100
MBMA650680620

Investasi saham mengandung risiko dan seluruh keputusan transaksi berada di tangan investor masing-masing. Informasi ini disajikan sebagai bahan pertimbangan dan bukan merupakan ajakan untuk membeli atau menjual efek tertentu. Harga saham dapat berubah sewaktu-waktu mengikuti kondisi pasar.

Editors Team
Daisy Floren
Daisy Floren
Haryanto Author

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow