Dapodik 2026.b Resmi Dirilis Kemendikdasmen, Ini Link Download, dan Cara Instalasinya
Rilis ini bukan pembaruan kecil. Pemerintah menghadirkan Dapodik versi 2026.b dalam bentuk installer penuh, sehingga sekolah perlu melakukan langkah instalasi dengan cermat agar tidak terjadi gangguan sistem maupun konflik data.
Lantas, apa saja pembaruan penting yang dibawa Dapodik 2026.b, bagaimana cara mengunduhnya secara resmi, serta apa dampaknya jika sekolah terlambat sinkronisasi? Berikut penjelasan lengkapnya.
Dapodik 2026.b Resmi Dirilis oleh Kemendikdasmen
Pada Selasa, 13 Januari 2026, Kemendikdasmen melalui Direktorat Jenderal PAUD, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah secara resmi merilis Aplikasi Dapodik versi 2026.b. Rilis ini diperuntukkan bagi seluruh satuan pendidikan, mulai dari PAUD hingga jenjang menengah, termasuk SMK.
Mengacu pada informasi di laman resmi Dapodik, pembaruan ini bersifat wajib karena menjadi basis pendataan Semester Genap 2025/2026. Data yang dihimpun melalui Dapodik akan berdampak langsung pada berbagai kebijakan pendidikan, termasuk penyaluran dana bantuan dan tunjangan pendidik.
Installer Penuh, Versi Lama Wajib Dihapus
Berbeda dengan beberapa versi sebelumnya yang hanya berupa patch, Dapodik 2026.b dirilis sebagai installer penuh. Artinya, operator sekolah diwajibkan menghapus aplikasi Dapodik versi lama sebelum memasang versi terbaru.
Langkah ini penting untuk mencegah masalah teknis seperti error aplikasi, data tidak terbaca, hingga kegagalan saat sinkronisasi. Pemerintah juga menegaskan pentingnya penggunaan installer resmi untuk menjaga keamanan dan integritas data pendidikan nasional.
Perbaikan dan Pembaruan Penting di Dapodik 2026.b
Kemendikdasmen menyebutkan bahwa pembaruan ini difokuskan pada peningkatan akurasi dan kualitas data pendidikan nasional.
Penyesuaian Dashboard dan Validasi Data
Beberapa penyesuaian dilakukan pada mekanisme pengambilan data Dashboard PAUD HI agar lebih selaras dengan kebutuhan analisis Direktorat PAUD. Selain itu, terdapat penyesuaian aturan validasi khusus bagi Sekolah Rakyat.
Perubahan ini diharapkan mampu menyajikan data yang lebih relevan dan dapat diandalkan sebagai dasar perumusan kebijakan.
Pembaruan Referensi Buku dan Tampilan
Dapodik 2026.b juga menghadirkan penyesuaian referensi buku yang bersumber dari Sistem Informasi Perbukuan Indonesia. Selain itu, tampilan buku berjenis non-teks turut diperbarui agar lebih mudah dipahami dan digunakan oleh operator sekolah.
Pembaruan Data Kelistrikan dan Internet
Salah satu fokus utama pembaruan terletak pada pendataan sarana penunjang pendidikan, khususnya kelistrikan dan layanan internet. Kini, isian data ditata ulang agar lebih terstruktur dan terstandar.
Dapodik 2026.b menambahkan elemen isian baru pada data kelistrikan dan layanan internet serta menerapkan validasi wajib isi. Kebijakan ini mendukung pemetaan infrastruktur sekolah secara nasional, terutama dalam mendukung transformasi digital pembelajaran.
Pendaftaran Peserta Didik Baru Dipindahkan
Pemerintah juga mengalihkan perekaman peserta didik baru jenjang PAUD dan SD ke laman khusus, yaitu sp.datadik.kemendikdasmen.go.id. Dengan pemisahan ini, proses pendataan diharapkan menjadi lebih sederhana dan terintegrasi.
Link Download Resmi Dapodik 2026.b
Satuan pendidikan dapat mengunduh installer Dapodik 2026.b melalui laman resmi Direktorat Jenderal PAUD, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah.
Installer tersedia sesuai jenjang pendidikan, sementara untuk SMK disediakan melalui kanal Ditjen Vokasi. Pemerintah mengingatkan agar sekolah tidak mengunduh aplikasi dari sumber tidak resmi demi menjaga keamanan data.
Cara Instalasi Dapodik 2026.b
Proses instalasi perlu dilakukan secara berurutan agar aplikasi dapat digunakan dengan normal.
Operator sekolah diminta mengunduh installer resmi, melakukan instalasi, melakukan registrasi daring atau luring, memilih Semester Genap 2025/2026, menginput data sesuai kondisi riil, lalu melakukan validasi dan sinkronisasi menggunakan akun kepala sekolah.
Memastikan versi aplikasi sudah 2026.b sebelum sinkronisasi menjadi langkah krusial yang tidak boleh terlewat.
Batas Waktu Sinkronisasi dan Dampaknya
Kemendikdasmen menetapkan batas waktu pemutakhiran data prasarana, termasuk data tanah, bangunan, dan ruang, paling lambat 28 Februari 2026.
Keterlambatan sinkronisasi berpotensi berdampak pada penyaluran dana BOSP serta pembayaran tunjangan guru. Oleh karena itu, sekolah diimbau segera melakukan instalasi dan pemutakhiran data sesuai jadwal yang ditentukan.
Kesimpulan
Rilis Dapodik 2026.b menjadi langkah penting pemerintah dalam memperkuat sistem pendataan pendidikan nasional. Dengan installer penuh, pembaruan validasi, serta penataan data infrastruktur, kualitas data diharapkan semakin akurat dan kredibel.
Bagi satuan pendidikan, disiplin dalam instalasi dan sinkronisasi bukan sekadar kewajiban administratif, tetapi juga menentukan kelancaran penyaluran berbagai hak dan program pendidikan.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow