Cara Daftar Bansos PKH Januari 2026: Syarat, Jadwal Cair, dan Panduan Lengkap
Bagi masyarakat, khususnya yang belum pernah menerima bantuan atau baru ingin mengajukan, informasi soal cara daftar Bansos PKH Januari 2026 menjadi hal krusial. Kesalahan kecil dalam pendaftaran bisa berujung pada gagalnya verifikasi, padahal bantuan ini sangat dibutuhkan untuk memenuhi kebutuhan pendidikan, kesehatan, dan kesejahteraan keluarga.
Artikel ini merangkum panduan lengkap, syarat resmi, jadwal pencairan, nominal bantuan, hingga cara mengecek status PKH 2026, disusun secara ringkas, faktual, dan mudah dipahami agar siap dijadikan rujukan.
PKH 2026 Tetap Dilanjutkan, Target 10 Juta KPM
Pemerintah menegaskan PKH masih menjadi instrumen utama pengentasan kemiskinan di Indonesia. Pada tahun 2026, PKH ditargetkan menjangkau sekitar 10 juta Keluarga Penerima Manfaat (KPM) di berbagai daerah, termasuk wilayah dengan tingkat kemiskinan yang masih tinggi.
PKH merupakan bantuan sosial bersyarat yang diberikan dalam bentuk uang tunai. Artinya, penerima bantuan wajib memenuhi sejumlah komitmen, terutama di bidang pendidikan dan kesehatan, seperti:
- Memastikan anak tetap bersekolah sesuai jenjangnya
- Melakukan pemeriksaan rutin bagi ibu hamil
- Memantau tumbuh kembang balita
- Pemeriksaan kesehatan lansia dan penyandang disabilitas
Kementerian Sosial menegaskan bahwa kebijakan ini bertujuan meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM), bukan sekadar bantuan konsumtif jangka pendek.
Siapa Saja yang Berhak Mendaftar PKH 2026?
PKH tidak diberikan secara otomatis ke semua warga. Ada kriteria ketat yang harus dipenuhi agar bantuan tepat sasaran.
Kriteria Penerima PKH
Beberapa kriteria utama calon penerima PKH 2026 antara lain:
- Warga Negara Indonesia (WNI)
- Memiliki e-KTP aktif
- Berasal dari keluarga miskin atau rentan miskin
- Terdata atau dinilai layak dalam Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) hasil pemutakhiran data pemerintah daerah
- Bukan Aparatur Sipil Negara (ASN), anggota TNI, atau Polri aktif
Pemutakhiran data menjadi poin penting karena status kepesertaan PKH bisa berubah setiap tahun, tergantung kondisi sosial ekonomi terbaru.
Cara Daftar Bansos PKH Januari 2026
Memahami cara daftar Bansos PKH Januari 2026 sangat penting agar masyarakat tidak kehilangan haknya hanya karena prosedur yang terlewat.
Pemerintah menyediakan dua jalur resmi pendaftaran, yakni melalui situs web dan aplikasi.
1. Lengkapi Data Kependudukan
Sebelum mendaftar, pastikan data berikut sudah benar dan sesuai dokumen resmi:
- Nomor Induk Kependudukan (NIK)
- Nomor Kartu Keluarga (KK)
- Nama lengkap
- Alamat domisili terkini
Kesalahan penulisan nama, NIK, atau alamat kerap menjadi penyebab utama gagalnya verifikasi.
2. Registrasi Akun dan Ajukan Usulan
Setelah data siap, lakukan langkah berikut:
- Registrasi akun menggunakan NIK e-KTP
- Mengisi kondisi sosial ekonomi sesuai fakta
- Mengunggah dokumen pendukung bila diminta
- Mengirim usulan bantuan untuk diproses
Kejujuran data sangat ditekankan karena akan dicek langsung oleh petugas di lapangan.
3. Verifikasi dan Penetapan Penerima
Tahap ini terdiri dari dua proses penting:
- Verifikasi oleh pemerintah daerah, melalui Dinas Sosial kabupaten/kota yang melakukan klarifikasi dan survei lapangan
- Penetapan oleh Kementerian Sosial, setelah usulan dinyatakan lolos verifikasi daerah
Status usulan dapat dipantau secara berkala melalui layanan resmi Kemensos.
Jadwal Pencairan Bansos PKH Januari 2026
Kementerian Sosial telah menjadwalkan penyaluran tahap awal PKH 2026 yang bersumber dari APBN tahun anggaran 2026.
Periode Pencairan
- Tahap pertama: Triwulan I 2026
- Periode: Januari – Maret 2026
Penyaluran dilakukan bertahap dan menyesuaikan kesiapan data penerima di masing-masing daerah.
Sistem Penyaluran Dana
Bantuan PKH disalurkan melalui:
- Bank Himbara: Mandiri, BRI, BNI, BTN
- PT Pos Indonesia untuk wilayah tertentu
Sistem ini dimaksudkan untuk memastikan bantuan sampai langsung ke penerima tanpa potongan.
Nominal Bantuan PKH 2026
Hingga saat ini, nominal bantuan PKH 2026 diperkirakan masih sama dengan 2025, dengan besaran berbeda sesuai kategori penerima.
Rincian Bantuan PKH
- Ibu hamil: Rp750.000 per tahun
- Anak usia 0–6 tahun: Rp750.000 per tahun
- Siswa SD: Rp225.000 per tahun
- Siswa SMP: Rp375.000 per tahun
- Siswa SMA: Rp500.000 per tahun
- Lansia di atas 60 tahun: Rp600.000 per tahun
- Penyandang disabilitas: Rp600.000 per tahun
Bantuan dicairkan secara bertahap setiap tiga bulan, bukan sekaligus dalam satu kali pencairan.
Cara Mengecek Status PKH 2026
Pemerintah mengimbau KPM untuk rutin mengecek status bantuan agar tidak ketinggalan informasi pencairan atau perubahan data.
1. Melalui Aplikasi Cek Bansos
- Unduh aplikasi “Cek Bansos Kemensos”
- Pilih menu “Cek Bansos”
- Isi data wilayah dan nama sesuai KTP
- Masukkan kode captcha, lalu klik “Cari Data”
2. Melalui Website Resmi Kemensos
- Akses cekbansos.kemensos.go.id
- Isi data lokasi dan nama lengkap
- Masukkan captcha dan klik “Cari Data”
Jika terdaftar, sistem akan menampilkan status kepesertaan serta periode pencairan PKH 2026.
Pentingnya Update Data agar Tidak Gugur
Kementerian Sosial menekankan bahwa validasi data pada 2026 akan semakin ketat. Seluruh penerima bantuan wajib terdata dalam DTSEN yang telah diverifikasi secara berjenjang dari tingkat desa hingga pusat.
Masyarakat juga diminta segera melapor ke desa atau kelurahan apabila terjadi perubahan kondisi ekonomi, seperti kehilangan pekerjaan atau perubahan jumlah tanggungan, agar data selalu relevan dan bantuan tepat sasaran.
Dengan memahami cara daftar Bansos PKH Januari 2026, syarat resmi, serta jadwal pencairannya, masyarakat diharapkan tidak lagi bingung dan dapat mengakses bantuan sesuai ketentuan yang berlaku.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow